Mengapa Harus Memilih Nelson-Hendra

320
0

Bagian Pertama

Menghadapi pemilihan Kepala daerah (Pilkada), khususnya di Kab. Gorontalo yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang, sejatinya, masyarakat pemilih dituntut tampil sebagai pemilih yang cerdas.

Pemilih yang cerdas adalah pemilih yang memilih calon pemimpinnya, didasarkan pada alasan-alasan yang konstruktif, berdasarkan pertimbangan rasionalitas bukan emosional, didasarkan pada pertimbangan kapasitas kepemimpinan yang sudah terbukti dan sudah teruji, serta memilih, karena atas dasar idealisme yang terbangun, demi kemajuan dan masa depan daerahnya. Bukan pemilih yang memilih karena uang dan sebagainya yang tidak didasarkan pada sebuah idealisme.

Namanya juga pemilihan, berarti memilih. Memilih sudah otomatis membanding-bandingkan. Menimbang-nimbang dan mencermati mana calon pemimpin yang terbaik untuk daerah. Atas dasar itu, mengapa Nelson-Hendra layak dipilih untuk memimpin Kab. Gorontalo dalam 5 tahun ke depan? berikut alasannya :

Jika dibandingkan dengan calon Bupati yang maju pada Pilkada di Kab. Gorontalo kali ini, maka Nelson adalah satu-satunya calon yang memiliki jejak karya dan karsa yang jelas untuk rakyat Gorontalo. Sebagai salah seorang yang membidani lahirnya Provinsi Gorontalo, yakni sebagai Ketua Presidium Nasional (Presnas) Pembentukan Provinsi Gorontalo dan Deklarator Provinsi Gorontalo, Komitmen dan keberpihaknnya bagi masa depan Gorontalo sudah terbukti. Betapa ia tidak hanya berjasa, tapi juga telah terbukti memiliki semangat, tekad dan i’tikad yang sudah tidak diragukan lagi untuk kemajuan daerah ini.

Selain itu, sebagai mantan Rektor UNG dan UMG, kapasitas kepemimpinannya sudah teruji, berpengalaman dan jejak prestasinya memimpin 2 institusi tersebut, sangat jelas terlihat dengan indikator-indikator yang terukur, yang tidak dimiliki oleh calon lainnya di Pilkada kali ini.

Komitmen dan semangatnya membangun SDM Gorontalo, bukan sekadar retorika dan janji-janji, tapi telah dibuktikannya melalui kepiawian dan semangatnya dalam memimpin kampus, merintis dan mendirikan SMK Gotong Royong (1989-1992), merintis berdirinya Yayasan Taman Cendekia sebagai wadah bagi komitmennya membangun SDM Gorontalo dengan mendirikan Rumah Pintar, Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Taman Cendekia, SMA Olahraga Taman Cendekia dan tengah merintis berdirinya Institut Pertanian Gorontalo (IPG). Dibandingkan dengan 3 calon lainnya di Pilkada Kab. Gorontalo kali ini, hanya Nelson Pomalingo yang memiliki jejak karya pernah merintis dan mendirikan institusi pendidikan yang menjadi bukti perjuangannya untuk SDM Gorontalo.

Tidak hanya itu, kiprah perjuangan Nelson untuk kemajuan Gorontalo, tidak melulu berada dalam lingkaran pemerintahan, tapi kiprah perjuangannya juga menyentuh aspek kemasyarakatan lainnya, yang kesemuanya dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan terhadap masa depan Gorontalo.

Diantaranya, ia pernah menjadi Ketua PGRI Provinsi Gorontalo, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Inodneia (HKTI), Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Provinsi Gorontalo (IPSI), Ketua Dewan masjid Indonesia (DMI) Provinsi Gorontalo, pernah menjadi Ketua Ikatan Dosen Indonesia Provinsi Gorontalo dan puluhan organisasi lainnya.

Memilih pemimpin yang “organisatoris” membawa keuntungan tersendiri, karena dengan kiprahnya itu, ia tidak hanya “jago kandang” tapi memiliki jaringan yang luas, baik dalam tataran lokal, regional, nasional dan internasional. Dibandingkan dengan calon lainnya, Nelson jelas memiliki jaringan kerjasama yang sangat luas, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional. Saat memimpin UNG dan UMG misalnya, Nelson memiliki jaringan kemitraan dengan Islamic Development Bank (IDB) dan Universitas Ehime Jepang, Pemerintah Arab Saudi, Dubai dan Emirat Arab yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan institusi yang dipimpinnya kala itu. Bahkan menjadi sebuah kebanggaan, saat menjabat Bupati, ia satu-satunya Bupati dari Indonesia yang didaulat menjadi pemateri pada seminar Lingkungan hidup berskala Internasional di Belanda, Jerman, Norwegia dan Jepang.

Memiliki jaringan yang luas bagi seorang pemimpin daerah di masa mendatang, sangat penting dalam menunjang dan memberikan penguatan terhadap kemajuan daerah. Bagaimanapun, Daerah yang maju dan berkembang, adalah daerah yang dikelola oleh sebuah konsep kepemimpinan yang berbasis “Partisipatif dan Kolaboratif” yang tidak semata-mata mengandalkan dana APBD dalam membangun. Hal itu, jelas membutuhkan kepemimpinan yang memiliki jaringan yang luas di tingkat nasional dan internasional.

Yang menarik dan membanggakan lagi, jika dibandingkan dengan calon lainnya, Nelson Pomalingo adalah satu-satunya kader pemimpin yang telah dipersiapkan oleh negara. Buktinya, ia adalah satu-satunya calon Bupati Gorontalo yang memiliki predikat sebagai alumni Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANAS) RI. Yakni sebuah lembaga yang khusus didirikan sejak pemerintahan orde lama untuk melatih dan membekali kader-kader terbaik bangsa, menjadi pemimpin di tingkat nasional dan daerah.

Lebih jauh lagi, seorang pemimpin, tidak hanya dituntut memiliki kadar intelektual yang memadai, tapi juga dapat memberikan secercah nilai tersendiri. Diantaranya, seorang pemimpin harus menjadi ikon, simbol dan menjadi sumber kebangaan bagi daerah dan masyarakat yang dipimpinnya. Nelson Pomalingo adalah satu-satunya calon Bupati yang memenuhi unsur-unsur itu, yakni seorang yang pernah menyandang predikat Profesor, Guru Besar yang tentu dihormati dalam tataran pemerintahan dan dunia intelektual di tingkat nasional dan internasional. Untuk saat ini, Nelson adalah satu-satunya Bupati bergelar Guru Besar di Sulawesi. Nelson adalah pemimpin yang tidak biasa, berperawakan kecil, namun dikenal dan identik sebagai sosok yang cekatan, cerdas dan solutif dengan terobosan-terobosan yang bahkan orang lain tidak pernah membayangkan sebelumnya.

Alasan lainnya, jika dibandingkan dengan calon lainnya, Nelson Pomalingo sudah terbukti mampu mewujudkan pemerintahan yang progresif selama 5 tahun memimpin Kab. Gorontalo. Terlepas dari masih banyaknya aspirasi yang belum mampu direalisasikannya pada periode pertama, tapi satu hal yang jelas, bahwa Nelson telah mampu menghadirkan pemerintahan yang memiliki indikator-indikator kemajuan yang progresif dan mampu membangkitkan optimisme bagi daerah ini di masa-masa mendatang.

Dengan memilih Nelson, maka sudah diketahui arah dan kebijakannya, tinggal menyempurnakan dan melengkapi program-program yang sudah ada. Dalam masa kepemimpinannya yang singkat, Nelson sudah mampu menata Kota Limboto menjadi magnet baru Gorontalo. Ke depan tinggal melakukan penataan ibukota Limboto agar lebih maju dan berkembang lagi, tinggal memperbaiki ruas jalan yang rusak, drainase dan yang sudah pasti Shopping Centre akan diprioritaskan, pembangunan kembali GedunG DPRD di Kel. Pone yang terbengkalai agar berfungsi dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Pada periode pertama, Pemerintahan Nelson sudah mempersembahkan 10 ribu unit Mahyani, terbesar di Provinsi Gorontalo dari 19 ribu yang dibutuhkan masyarakat Kab. Gorontalo. Dengan begitu, pada periode kedua, Pemerintahan Nelson tinggal membangun 9 ribu unit lagi, agar tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di rumah yang tidak layak huni. Pada periode pertama, Pemerintah Kab. Gorontalo sudah merealisasikan Rumah Sakit Boliyohuto, maka ke depan tinggal melengkapi fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. Pada waktu yang singkat Pemerintahan Nelson juga sudah membangun arena Road Race bagi kaum Millenial, tinggal ke depan tinggal melengkapi dan menyempurnakannya. Nelson juga sudah merintis pembangunan Pelabuhan Bilato yang akan diperjuangkan menjadi pelabuhan terbesar di Gorontalo dan menjadi kawasan pertumbuhan baru di bagian selatan Gorontalo.

Di bidang ekonomi, Pemerintahan Nelson sudah memperlihatkan komitmennnya membangun jalan-jalan ke akses-akses produksi pertanian di pedesaan hingga mencapai panjang hampir 300 km, maka ke depan tinggal membangun dan memperbaiki akses-akses jalan di lorong-lorong pemukiman warga dan di pusat-pusat pemerintahan kecamatan dan desa.. Di era pemerintahan Nelson, produksi pertanian meningkat, nilai investasi meningkat dari tahun 2015 hanya Rp. 150 milyar menjadi Rp. 3,5 trilyun, maka pada periode kedua tinggal selangkah lagi Kab. Gorontalo menjadi tujuan investasi dan tinggal mengkaji dan memikirkan bagaimana investasi yang masuk dapat memebrikan kontribusi yang berarti bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Demikianlah, jika ada, calon dan pendukung calon lainnya yang memiliki asumsi tentang kelebihan, keunggulan dan jejak karya dan karsa calon lainnya, silahkan diungkap, ditulis, diformulasikan untuk disosialisasikan ke masyarakat, guna membuka ruang berpikir masyarakat pemilih dalam menentukan pilihan.

Di era demokrasi saat ini, kita semua sepakat, bahwa memilih pemimpin adalah momentum untuk adu gagasan, bukan mengadu domba dan nge-gas agar masyarakat menjadi tercerahkan. (Ali Mobiliu) BERSAMBUNG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here