SMS dan Spirit Menggapai Solusi

192
0

Pasangan calon SMS, tidak hanya sekadar singkatan dari Saipul Mbuinga dan Suharsi Igirisa sebagai calon Bupati Pohuwato, tapi SMS dapat pula dimaknai sebagai Spirit Menggapai Solusi (SMS). Paling tidak, hal itu tercermin dari 8 program prioritas dan 20 program unggulan SMS yang nampak mencerminkan semangat, komitmen dan tekad keduanya untuk menghadirkan solusi bagi masa depan Kab. Pohuwato yang lebih baik lagi.

Peningkatan ekonomi dan lapangan kerja, pemerintahan yang baik dan profesional, pembangunan kesehatan, pemerataan akses pendidikan, percepatan pembangunan infrastruktur, penanaman nilai agama dan budaya, perluasan akses internet dan pengembangan pariwisata yang termaktub dalam 8 program prioritas SMS, merupakan deretan program yang tidak hanya relevan, ideal dan prospektif, tapi juga menghadirkan solusi bagi Pohuwato yang maju.

Demikian juga, 20 program unggulan Gratis Nyata Bersama Rakyat, jika dicermati sangat nampak jelas menyentuh substansi persoalan di tengah masyarakat. Dari rumusan 20 program unggulan dan 8 program prioritas yang substantif tersebut, sangat jelas terlihat, bahwa pasangan calon SMS sudah sangat paham, apa yang menjadi dambaan, harapan dan obsesi masyarakat secara konkrit di tengah masyarakat.

Hal ini memberikan isyarat yang sangat baik dan prospektif bagi Pohuwato yang maju dan berkeadilan. Bagaimanapun, seorang pemimpin di mana-mana, memang harus dituntut mengenal betul rakyatnya, mampu menyelami karakteristik rakyat yang dipimpinnya. Untuk apa?, agar output kebijakan dan kepemimpinannya relevan, sejalan dan urgen dengan aspirasi, kebutuhan dan kehendak rakyat yang dipimpinnya.

Maklum saja, baik Saipul Mbuinga dan Suharsi Igirisa adalah asli Pohuwato. Selama ini keduanya lahir dan dibesarkan di Pohuwato, seakan hidup “serumah” dengan rakyat Pohuwato dan sudah pasti merasakan apa yang dirasakan oleh rakyatnya. Di sinilah letak keunggulan SMS dibandingkan dengan pasangan calon lainnya pada pesta demokrasi kali ini.

Yang menarik, Saipul Mbuinga adalah seorang politisi. 2 periode duduk sebagai anggota legislatif, yakni Wakil Ketua DPRD Pohuwato. Sementara Suharsi Igirisa meski memilih jalan menjadi politisi tapi ia memiliki latar belakang pendidikan guru, pernah dipercaya sebagai Ketua DPRD Pohuwato dan 2 periode duduk di Puncak Botu dari dapil Pohuwato.

Makna paling dasar politik adalah, segala usaha untuk menata kota-negara (city-state) agar menjadi lebih baik dengan indikator dasarnya, adalah warganya hidup dalam keadilan dan kemakmuran. Orang yang memilih bergelut dengan usaha besar itu, disebut sebagai politikus atau negarawan. Politik dengan demikian, tidak semata-mata seperti yang dihembuskan oleh banyak pakar politik di negara-negara barat, bahwa siapa mendapatkan apa, kapan dan bagaimana.

Sesungguhnya, jika politik hanya dimaknai seperti itu, hanya akan melahirkan adagium politik “homo Homini Lupus”, serigala yang memangsa serigala lainnya. Yang substantif dan ideal adalah, politik itu merupakan jalan untuk berbuat kebaikan, sehingga kekuasaan dipandang perlu untuk direbut dan selanjutnya dijadikan sebagai alat untuk memanfestasikan idealisme ke dalam ranah yang sesungguhnya. Dari perspektif ini, maka SMS adalah potret pemimpin ideal bagi masa depan Pohuwato, karena sejak awal keduanya telah menjadikan politik sebagai pilihan hidup.

Yang membedakan SMS dengan pasangan calon lainnya, adalah keduanya merupakan politisi murni yang membangun karir dari bawah serta didukung oleh partai-partai besar, Golkar, PPP, Gerindra, Demokrat dan PAN. Selain itu, meski bukan satu-satunya pasangan calon yang mengakomodir “gender” di Pilkada tahun ini, namun SMS, dimana Suharsi Igirisa sebagai calon Wakil Bupati, nampaknya lebih mengakar dan memiliki cukup modal sosial di masyarakat. Hal itu terjadi, karena kiprahnya yang sudah 3 periode duduk sebagai anggota legislatif.

Kehadiran Suharsi Igirisa, tidak hanya sekadar menjadi kebanggaan bagi politisi perempuan di Pohuwato, tapi juga menjadi momentum baginya untuk menunjukkan, bahwa politisi perempuan “bisa olo”. Kehadirannya menjadi sebuah pertaruhan, sejauhmana kapasitas politisi perempuan dalam debut kepemimpinan di daerah. Secara psikologis, hal ini akan memacu adrenalin Suharsi Igirisa untuk tampil prima dan elegan. Meluapnya adrenalin itu, sudah pasti akan berdampak positif, karena melahirkan optimalisasi kinerja yang prima pula.

Lebih jauh lagi, instrumen yang juga dapat membangkitkan optimisme, bahwa SMS sebagai Spirit Menggapai Solusi bagi masa depan Pohuwato, adalah pasangan calon ini, meminjam istilah dalam ajaran Taoisme, sebagai pasangan calon Yin dan Yang. Yin identik dengan wanita yang melambangkan kelembutan, kesejukan, keindahan dan kedamaian. Sementara Yang dilambangkan sebagai laki-laki yang identik dengan kekuatan, keperkasaan dan memantulkan aura yang panas. Dari faktor Yin dan Yang inilah, keseimbangan itu akan lahir, sehingga kepemimpinan di Pohuwato dalam 5 tahun ke depan, bakal mencerminkan kepemimpinan yang memancarkan aura keadilan. Hal ini sejalan pula dengan risalah Islam yang mengajarkan tentang pentingnya keadilan dan kelembutan dalam kepemimpinan.

Yang menarik lagi, pasangan calon SMS, dapat diibaratkan sebagai perpaduan yang mewakili suara alam semesta. Saipul Mbuinga sebagai representasi kaum pria, dapat disimbolkan seperti langit dan Suharsi Igirisa diinisbahkan sebagai bumi, sementara rakyat adalah alam beserta isinya.

Ketika bumi gersang, pepohonan dan tumbuhan merana, layu dan kering, maka langit akan membasahi bumi dengan curahan kasih sayang berupa air (hujan) kehidupan. Ketika bumi dihantui oleh kegelapan, maka langit memancarkan cahaya bulan purnama menerangi bumi dan alam seisinya. Mendapati curahan kasih sayang seperti itu, Bumi dan alam seisinya seakan melambai-lambaikan tangan kepada langit, melalui semilir dedaunan nan hijau yang dimainkan oleh hembusan angin sepoi-sepoi penuh kelembutan.

Itulah irama kehidupan yang serasi nan harmoni dalam balutan pengertian, kasih sayang dan cinta. Hal itu diyakini akan menjadi asbabun nuzul, lahirnya keseimbangan, keadilan dan kemakmuran. Itulah sebabnya, kehadiran SMS di Pilkada kali ini, patut disambut, diapresiasi dan disyukuri. Bahkan tidak hanya sekadar menjadi Spirit Menggapai Solusi bagi masa depan Pohuwato, tapi SMS kelak akan menjadi model kepemimpinan yang menjanjikan irama kepemimpinan yang serasi nan harmoni, ibarat perpaduan cinta kasih sayang antara langit dan bumi beserta alam seisinya. Semoga.(Ali Mobiliu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here