Kejar Landasan 2.200 Meter, Bupati Pohuwato Serahkan Proposal Pengembangan Bandara Panua ke Kemenhub

59
0

POHUWATO (barometernewsgo.com)-Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus tancap gas mendorong pengembangan Bandara Panua Pohuwato. Fokus utamanya adalah penambahan panjang landasan pacu atau runway dari 1.200 meter menjadi 2.200 meter.

Keseriusan itu ditunjukkan Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, yang kembali melakukan lobi ke pusat. Ia menemui langsung Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, Achmad Setiyo Prabowo, di ruang kerjanya, Rabu (07/10/2026).

Tak datang dengan tangan kosong, dalam pertemuan tersebut Bupati Saipul yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pohuwato, Muslimin Nento, menyerahkan proposal usulan penambahan panjang runway sepanjang 1.000 meter.

Bupati Saipul menegaskan, keberadaan Bandara Panua memiliki peran yang sangat strategis bagi Pohuwato. Bandara ini menjadi penopang mobilitas masyarakat, tenaga kerja, pelaku usaha, hingga tamu-tamu perusahaan yang datang ke kabupaten paling barat di Provinsi Gorontalo tersebut.

Menurutnya, Bandara Panua sangat potensial untuk terus dikembangkan. Salah satu langkah paling realistis adalah dengan memperpanjang runway, sehingga ke depan bandara mampu melayani penerbangan dengan pesawat berbadan lebih besar.

Selain untuk memenuhi kebutuhan transportasi warga, pengembangan bandara juga diharapkan menjadi alternatif akses udara dari dan menuju Pohuwato, mengingat jarak Pohuwato yang cukup jauh dari Bandara Djalaluddin Gorontalo.

“Bandara Panua Pohuwato sangat penting untuk dikembangkan karena dapat menunjang kebutuhan daerah sekaligus menjadi alternatif akses penerbangan selain Bandara Djalaluddin Gorontalo. Apalagi investasi yang bergerak di Pohuwato semakin banyak,” jelas Bupati Saipul.

Ia menyebut, geliat investasi yang terus meningkat di Pohuwato turut memicu lonjakan mobilitas orang yang keluar masuk daerah. Kehadiran tenaga kerja dari luar, tamu perusahaan, hingga pejabat pemerintah membuat kebutuhan layanan transportasi udara yang layak semakin mendesak.

Di sisi lain, jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi Pohuwato juga terus merangkak naik. Kondisi itu, kata Saipul, dipastikan akan semakin mendorong kebutuhan akan konektivitas transportasi, termasuk transportasi udara.

“Peluang kehadiran orang yang datang ke Pohuwato begitu besar, baik tenaga kerja dari luar daerah maupun tamu dari perusahaan dan pejabat pemerintah. Penduduk kita juga terus bertambah, sementara pertumbuhan ekonomi Pohuwato masuk 10 besar nasional. Dengan demikian, ke depan mobilitas orang tentu akan semakin meningkat,” ungkapnya.

Saipul menilai, letak geografis Pohuwato yang jauh dari Bandara Djalaluddin menjadi alasan kuat perlunya pengembangan Bandara Panua. Masyarakat maupun tamu perusahaan membutuhkan akses penerbangan yang lebih dekat, mudah, dan efisien untuk menjangkau Pohuwato.

“Daerah kita sangat jauh dari Bandara Gorontalo, sementara banyak tamu yang datang ke Pohuwato. Karena itu, fasilitas penerbangan sangat dibutuhkan, termasuk bagi tenaga kerja dan tamu perusahaan ketika hendak kembali ke daerah asal,” terangnya.

Bupati berharap pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan Bandara Panua Pohuwato. Pasalnya, sejak diresmikan pada 2024, bandara tersebut baru melayani penerbangan perintis dengan frekuensi terbatas, yakni hanya satu kali dalam sepekan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pohuwato berharap usulan perpanjangan runway ini bisa segera direalisasikan. Dengan penambahan dari 1.200 meter menjadi 2.200 meter, Bandara Panua diharapkan mampu didarati pesawat berkapasitas besar, termasuk jenis Boeing 737.

“Sejak diresmikan pada 2024, Bandara Pohuwato masih melayani penerbangan perintis, itupun dalam seminggu hanya satu kali penerbangan. Olehnya, kami berharap pada tahun depan panjang runway bisa ditambah dari 1.200 meter menjadi 2.200 meter, sehingga dapat didarati pesawat jenis Boeing 737,” harap Saipul.

Ia optimistis, pengembangan Bandara Panua akan membawa dampak positif bagi perekonomian dan konektivitas daerah. Tak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, peningkatan kapasitas bandara juga diyakini mampu menopang aktivitas investasi serta kelancaran distribusi barang dari dan menuju Kabupaten Pohuwato.

“Insyaallah tahun 2027 bisa dianggarkan untuk perpanjangan runway, sehingga semakin memudahkan orang dan barang untuk masuk maupun keluar dari Pohuwato,” pungkasnya.(BMW-3)