Kemarau Melanda, Pemkab Pohuwato Gelar Salat Istisqa Minta Hujan Berkah

112
0

POHUWATO (barometernewsgo.com)-Kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pohuwato. Sebagai bentuk ikhtiar spiritual, Pemerintah Kabupaten Pohuwato menggelar Salat Istisqa berjamaah untuk memohon pertolongan Allah SWT agar segera menurunkan hujan.

Kegiatan yang biasanya diisi dengan Apel Korpri setiap tanggal 17, kali ini diganti dengan Salat Istisqa. Salat tersebut dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Pohuwato dan dihadiri langsung oleh Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, Wakil Bupati Iwan S. Adam, dan Sekretaris Daerah Iskandar Datau.

Hadir pula jajaran Forkopimda dan tokoh agama, di antaranya unsur Kodim 1313 Pohuwato, Ketua Pengadilan Agama Marisa Sitriya Daud, S.H.I., M.H., jajaran Kementerian Agama Pohuwato, Ketua Baznas Pohuwato Ruzali Hunowu, Ketua Lembaga Adat Pohuwato Kisman Mooduto, serta Batte Pohuwato Asmad N. Tuna bersama para pemangku adat.

Barisan pejabat Pemkab Pohuwato juga tampak lengkap. Turut hadir para asisten, staf ahli bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Ahli Bupati, para camat, kepala bagian, Ketua TP-PKK Pohuwato Selfi Mbuinga Monoarfa, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Ny. Risnawati Adam Ali, Ketua Persit Cabang LXIX Dim 1313/Pohuwato Frinda Fiat Suwandana, serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pohuwato, pada Kamis, 17 September 2026.

Salat Istisqa dimulai tepat pukul 07.30 WITA. Bertindak sebagai imam adalah Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Ustaz Asram Husuna. Ribuan jamaah mengikuti pelaksanaan salat dengan khidmat dan penuh kekhusyukan.

Ada pemandangan tak biasa pagi itu di kawasan Marisa. Jika biasanya pagi hari sudah disengat terik matahari, namun bertepatan dengan pelaksanaan Salat Istisqa, langit justru tampak mendung menyelimuti seluruh wilayah Marisa.

Usai salat, jamaah melanjutkan dengan mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Marisa, Ustaz Umar Abdul Azis.

Dalam khutbahnya, Ustaz Umar mengajak seluruh umat Islam untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia menekankan pentingnya memperbanyak doa dan istigfar, memohon ampunan, serta meningkatkan amal kebaikan melalui sedekah dan menunaikan zakat mal.

Ia menegaskan, Salat Istisqa jangan hanya dimaknai sebagai ritual untuk meminta hujan turun. Lebih dari itu, salat ini harus menjadi momentum introspeksi diri bagi setiap umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Semoga dengan berkumpulnya kita di tempat ini, Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, bukan hujan yang menimbulkan kemudaratan,” ujar Ustaz Umar Abdul Azis dalam khutbahnya.

Sementara itu, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga dalam sambutannya mengatakan, Salat Istisqa adalah ikhtiar bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang.

Menurut Saipul, musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung hingga bulan Oktober mendatang. Kondisi ini telah menyebabkan kekeringan di sejumlah titik dan bahkan mulai memengaruhi kualitas udara di Pohuwato.

“Salat Istisqa merupakan ikhtiar kita sebagai umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan. Mari kita bersama-sama memperbanyak doa, istigfar, dan meningkatkan amal kebaikan,” kata Saipul.

Di tengah ikhtiar spiritual tersebut, Pemkab Pohuwato juga terus bergerak melakukan penanganan dampak kekeringan secara nyata. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyalurkan bantuan pasokan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air akibat kemarau.

Bupati berharap, hujan segera turun dengan intensitas yang cukup dan merata. Hujan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang kini dirasakan.

Dengan digelarnya Salat Istisqa ini, Pemkab Pohuwato berharap pelaksanaan tersebut tidak hanya menjadi ikhtiar spiritual memohon hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak doa dan istigfar, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah ujian kemarau panjang.(BMW-3)