Temui Dirjen SDA: Bupati Saipul Perjuangkan Air Baku dan Mobil Tengki Segera

1
0

POHUWATO (barometernewsgo.com)-Mengantisipasi dampak musim kemarau yang mulai melanda, Pemerintah Kabupaten Pohuwato bergerak cepat. Langkah konkret diambil dengan mengusulkan pemenuhan kebutuhan air baku sekaligus meminta dukungan mobil tangki air ke Kementerian Pekerjaan Umum RI.

Usulan itu disampaikan langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, saat bertemu dengan Direktur Air Tanah dan Air Baku, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Dr. Mohammad Firman, S.T., M.T.

Pertemuan berlangsung pada Senin, 31/08/2026. Bupati tidak sendiri. Ia didampingi Direktur Perumdam Moolango, Kaharudin Yusuf Rahim, dan sekaligus menyerahkan proposal kebutuhan air baku untuk sejumlah wilayah di Pohuwato.

Dalam proposal tersebut, Pemkab Pohuwato mengusulkan penyediaan sumber air baku di lima titik yang tersebar di beberapa kecamatan. Selain itu, pemerintah daerah juga memohon bantuan mobil tangki air guna memperlancar distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang rawan kekeringan.

Dr. Mohammad Firman menyambut baik usulan Pemkab Pohuwato. Untuk kebutuhan air baku, ia memastikan pihaknya akan memantau lebih lanjut melalui Dinas PUPR Provinsi Gorontalo. Hasil pemantauan di lapangan nantinya akan menjadi dasar tindak lanjut pemenuhan air baku di Pohuwato.

Sedangkan untuk mobil tangki air, Firman memastikan armadanya akan segera tiba di Pohuwato. Ia menegaskan, pemenuhan air adalah tantangan serius bagi masyarakat, terutama saat musim kemarau tiba.

Air merupakan kebutuhan dasar. Karena itu, pemerintah harus sigap merespons daerah yang mengalami keterbatasan pasokan. Kehadiran mobil tangki air diharapkan bisa membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan masyarakat selama kemarau berlangsung.

Bupati Saipul A. Mbuinga mengapresiasi respons cepat dari Kementerian PU, khususnya Direktorat Air Tanah dan Air Baku, terhadap kebutuhan air masyarakat Pohuwato.

Menurutnya, sejumlah wilayah di Pohuwato sudah mulai merasakan kerawanan air seiring masuknya musim kemarau. Debit di beberapa sumber air yang biasa digunakan warga juga mulai menipis.

“Di musim kemarau ini ada beberapa titik yang memang rawan terhadap kebutuhan air. Pasokan air di sejumlah sumber juga mulai menipis. Karena itu, kami berupaya mengambil langkah cepat agar kebutuhan dasar masyarakat ini bisa terpenuhi,” ujar Saipul.

Bupati juga menyampaikan terima kasih atas bantuan satu unit mobil tangki air dari Kementerian PU. Ia menilai armada tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam mendistribusikan air ke wilayah yang membutuhkan.

“Terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktur Air Tanah dan Air Baku, yang telah merespons kebutuhan air di Pohuwato. Insyaallah dengan adanya bantuan mobil tangki ini, pendistribusian air kepada masyarakat dapat lebih cepat dilakukan,” ungkapnya.

Direktur Perumdam Moolango, Kaharudin Yusuf Rahim, menjelaskan pertemuan dengan Direktur Air Tanah dan Air Baku merupakan langkah langsung Pemda untuk menyampaikan kebutuhan air baku di Pohuwato.

Ia merinci lima titik usulan air baku. Lokasinya masing-masing di Desa Yipilo, Kecamatan Wanggarasi; Kilometer 13, Kecamatan Popayato; satu titik di Kecamatan Lemito; Desa Persatuan, Kecamatan Popayato Barat; serta Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia.

Kaharudin menambahkan, usulan tersebut masih akan melalui pemantauan dan peninjauan lapangan oleh Dinas PUPR Provinsi Gorontalo. Hasilnya nanti akan disampaikan ke Direktur Air Tanah dan Air Baku sebagai bahan tindak lanjut.

“Untuk air baku sendiri masih akan dipantau oleh Dinas PUPR Provinsi Gorontalo. Insyaallah dalam waktu dekat pihak Dinas PUPR Provinsi akan turun ke lapangan untuk melihat langsung lokasi yang kami usulkan,” terangnya.

Untuk bantuan mobil tangki air, Kaharudin memastikan tidak ada kendala. Satu unit armada dijadwalkan segera tiba dan langsung bisa digunakan untuk membantu distribusi air ke masyarakat terdampak.

“Iya, satu unit mobil tangki air ini insyaallah tidak ada kendala. Dalam waktu dekat, bahkan besok, armada tersebut akan sampai di Pohuwato,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memperkuat pelayanan Perumdam Moolango bersama Pemda dalam menghadapi musim kemarau, khususnya di wilayah yang terbatas sumber airnya.

Selain solusi jangka pendek lewat mobil tangki, usulan pembangunan air baku di lima titik itu diharapkan menjadi solusi jangka panjang. Tujuannya untuk memperkuat ketersediaan air bagi masyarakat Pohuwato ke depan.(BMW-3)