Pohuwato Gelar Maulid Nabi 1448 H dengan Khidmat dan Nuansa Adat Gorontalo

22
0

POHUWATO (barometernewsgo.com)-Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato pada Senin, 24 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Pohuwato bersama Lembaga Adat Pohuwato kembali menggelar Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menjadi agenda tahunan daerah ini.

Perayaan tahun ini dibuka dengan iring-iringan prosesi adat yang berangkat dari Rumah Jabatan Bupati Pohuwato menuju Masjid Agung Baiturrahim. Sesampainya di masjid, seluruh peserta kemudian menunaikan salat Isya secara berjemaah sebagai pembuka rangkaian ibadah.

Momen Maulid yang mengusung semangat nasional sekaligus kearifan lokal Gorontalo ini dihadiri Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam, Ketua DPRD Pohuwato, jajaran Forkopimda, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, hingga perwakilan Lembaga Adat Pohuwato.

Turut hadir pula Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Ny. Risnawati Adam Ali, Ketua DWP Pohuwato Ny. Suriyati Iskandar Datau, perwakilan organisasi perempuan, serta para ASN di lingkungan Pemkab Pohuwato yang memenuhi masjid.

Hikmah Maulid disampaikan oleh Kadhi Pohuwato, Ustaz Syaiful Sabu. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak umat untuk menjadikan perjalanan hidup dan akhlak Rasulullah SAW sebagai cermin dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Wakil Bupati Iwan S. Adam menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda pemerintahan di luar daerah. Iwan menegaskan dirinya ditugaskan langsung oleh bupati untuk mengikuti perayaan ini.

Menurut Wabup, peringatan Maulid yang digelar setiap tahun tidak cukup berhenti sebagai acara formalitas. Ia harus menjadi ruang untuk refleksi, muhasabah, dan memperkuat semangat meneladani Rasulullah SAW.

“Baginda Rasulullah SAW tidak hanya membawa wahyu, tetapi juga memberi contoh nyata bagaimana nilai-nilai Islam diterapkan dalam rumah tangga, bermasyarakat, hingga bernegara. Karena itu, lewat momentum ini mari kita teladani sifat-sifat beliau,” ujar Iwan.

Di tengah dinamika zaman yang semakin berat, lanjutnya, umat Islam sangat membutuhkan semangat dan nilai warisan Rasulullah seperti kejujuran, kasih sayang, keadilan, kepedulian, serta ukhuwah Islamiah.

“Nilai-nilai itu jangan hanya kita pahami, tapi harus kita amalkan. Dengan begitu, peringatan Maulid akan memberi dampak baik bagi pribadi, keluarga, masyarakat, bahkan dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tambahnya.

Setelah rangkaian acara nasional selesai, suasana berlanjut dengan prosesi tradisional Gorontalo. Dimulai dengan doa bersama, lalu dilanjutkan lantunan zikir atau dikili oleh para pezikir yang berlangsung hingga keesokan harinya.

Tradisi ini menjadi bukti nyata upaya melestarikan adat dan budaya Gorontalo. Sekaligus mempertebal nilai-nilai keagamaan dan mempererat rasa kebersamaan masyarakat Pohuwato dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.(BMW-3)