Lahan Tidur di Motolohu Hidup Lagi! Pohuwato Genjot Cetak Sawah 5.000 Hektare

17
0

POHUWATO (barometernewsgo.com)-Pemanfaatan lahan cetak sawah di Desa Motolohu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato kembali digulirkan. Area yang dulunya mangkrak dan tidak tersentuh, sekarang mulai diolah warga guna mendongkrak hasil pertanian.

Hamparan lahan seluas kurang lebih 2 hektare itu berada di sisi barat. Lokasinya masih menyatu dengan areal persawahan yang sebelumnya sudah dikembangkan. Kini petani sudah mulai menanam padi melalui Gerakan Tanam Padi dalam program PM-AAS.

Proses tanam perdana ini langsung ditinjau Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga. Ia turun ke lapangan bersama Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Anggota DPRD Pohuwato Abdul Hamid Sukoli, dan mantan Kadis Pertanian Pohuwato Kamri Alwi. Turut hadir Camat Randangan Saharudin Saleh, Tim Ahli Bupati, unsur TNI, serta kelompok tani Desa Motolohu pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Bupati Saipul mengungkapkan, lahan ini sebelumnya terlantar. Karena ditumbuhi semak dan pohon besar, masyarakat tidak bisa memanfaatkannya.

Setelah saluran irigasi kembali berfungsi, lahan tersebut mulai dibuka bertahap. Pengelolaannya dilakukan gotong royong antara warga, pemerintah, dan mendapat dukungan penuh dari Kodim 1313 Pohuwato.

“Lokasi ini tadinya tidak termanfaatkan dan menjadi lahan tidur. Setelah saluran irigasi aktif, lahan yang sebelumnya dipenuhi rerumputan dan pohon-pohon besar ini mulai dikelola masyarakat bersama pemerintah, dengan bantuan jajaran Kodim 1313 Pohuwato,” jelas Bupati.

Dampaknya sudah terasa. Beberapa hektare yang lebih dulu dibuka bahkan sudah dua hingga tiga kali panen. Capaian itu membuat pemda dan masyarakat termotivasi untuk terus memperluas lahan dalam satu hamparan yang sama.

“Lahan baru ini sekitar 2 hektare dan mulai dilakukan penanaman perdana saat ini. Keseluruhan lahan tidur di lokasi ini sekitar 50 hektare. Kami terus mengejar target, karena Kabupaten Pohuwato mendapat program cetak sawah seluas 5.000 hektare,” ungkapnya.

Saipul berharap kunjungan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia ke Pohuwato bisa menjadi energi tambahan. Dukungan organisasi itu dinilai penting untuk menyukseskan program cetak sawah daerah.

Menurutnya, dukungan lintas pihak sangat diperlukan. Apalagi DPN Tani Merdeka Indonesia punya jejaring kuat di pemerintah pusat, sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan petani agar program pertanian di Pohuwato berjalan maksimal.

“Harapan kami, kedatangan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia ini bisa membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan program tersebut. Beliau memiliki jaringan yang kuat di pemerintah pusat, sehingga kami berharap dapat bersama-sama membantu memenuhi berbagai kebutuhan petani,” ujarnya.

Selain sarana produksi, Bupati juga menekankan pentingnya alat dan mesin pertanian. Alsintan disebut sebagai kunci utama untuk mempercepat pengolahan lahan.

Ia berharap bantuan alsintan terus ditingkatkan. Dengan begitu petani Pohuwato akan lebih mudah mengelola lahan dan menaikkan produktivitas, sejalan dengan target perluasan areal persawahan di daerah ini.(BMW-3)