Dikbud Pohuwato Sabet Penghargaan Pajak Terbaik 2026, 500 ASN Guru Tuntas Lapor SPT

34
0

POHOWATO (barometernewsgo.com)-Prestasi membanggakan ditorehkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato. Instansi ini diganjar piagam penghargaan dari Kementerian Keuangan RI lewat Direktorat Jenderal Pajak, KP2KP Marisa. Penghargaan sebagai Mitra Kolaborasi Instansi Pemerintah Terbaik dalam Edukasi dan Penyuluhan Perpajakan se-Kabupaten Pohuwato Tahun 2026 resmi disematkan ke Dikbud Pohuwato.

Piagam tersebut diserahkan langsung Kepala Kantor Pajak Pratama Marisa Faisal, dan diterima Kepala Dinas Dikbud Pohuwato Arman Mohamad. Penyerahan berlangsung di ruang kerja Kadis Dikbud, Kamis (18/06).

Arman menjelaskan, penghargaan ini jadi bentuk apresiasi atas gerak cepat Dikbud Pohuwato mendampingi ASN-nya lapor SPT Tahunan. Fokus pendampingan diberikan ke para guru dan tenaga kependidikan yang jadi tanggung jawab Dikbud.

Ia menyebut, dari total ASN di Pohuwato, hampir 50% berada di bawah naungan Dikbud. Rinciannya meliputi guru, tenaga kependidikan, sampai PPPK.

Kendala yang muncul di lapangan bukan soal kemauan ASN. Banyak yang telat lapor SPT karena padatnya jadwal ngajar plus belum paham alur pelaporan. Situasi makin rumit setelah Ditjen Pajak menerapkan Coretax, sistem administrasi perpajakan terbaru.

“Permasalahan kami banyak ASN yang belum melakukan pelaporan SPT Tahunan. Bukan karena tidak mau, tetapi karena tidak memiliki waktu dan belum memahami sistem pelaporannya, apalagi dengan hadirnya sistem Coretax yang merupakan sistem baru,” jelas Arman.

Melihat kondisi itu, Arman langsung membentuk tim khusus. Tim ini turun ke sekolah-sekolah untuk ngasih asistensi pelaporan SPT Tahunan langsung ke ASN.

“Kami mendatangi sekolah-sekolah secara langsung untuk memberikan bantuan pelaporan. Kegiatan ini tidak mengganggu proses belajar mengajar dan dilakukan secara sukarela. Alhamdulillah, upaya yang kami lakukan mendapat apresiasi dari pihak perpajakan,” ungkapnya.

Hasilnya nyata. Tahun lalu masih ada sekitar 500 ASN di lingkup Dikbud yang belum lapor SPT. Tapi lewat program jemput bola ini, jumlahnya langsung anjlok drastis.

“Dalam waktu kurang lebih dua minggu sejak awal Februari, hampir seluruh ASN berhasil melakukan pelaporan. Hanya sekitar 70 ASN yang belum dapat diproses karena beberapa di antaranya telah pensiun, meninggal dunia, atau sebagian kecil sudah melakukan pelaporan secara mandiri,” terangnya.

Arman pun menyampaikan terima kasih ke KPP Pratama Marisa atas dukungan dan edukasi yang diberikan selama ini. Ia optimis ke depan pelaporan SPT ASN Dikbud bakal lebih cepat dan tertib.

“Dengan dukungan dan pendampingan dari pihak perpajakan, kami dapat membantu para guru dan ASN di lingkungan Dikbud Pohuwato dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Insyaallah ke depan proses pelaporan SPT Tahunan akan lebih cepat dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Kepala KPP Pratama Marisa Faisal bilang, penghargaan ini diberikan karena kontribusi nyata Dikbud Pohuwato. Dinas ini bahkan sudah bisa edukasi perpajakan mandiri ke internalnya, sehingga meringankan tugas petugas pajak.

“Kami memberikan sertifikat penghargaan karena Dinas Dikbud Pohuwato telah membantu kami melakukan edukasi dan penyuluhan perpajakan di lingkungan kerjanya. Mereka bahkan mampu melakukan edukasi secara mandiri, sehingga sangat membantu tugas kami dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak,” kata Faisal.

Faisal juga menegaskan Ditjen Pajak siap bantu wajib pajak yang terkendala. Mulai dari lupa password, email, sampai ganti nomor HP, semua bisa diselesaikan di kantor pajak atau saat penyuluhan. Kendala Coretax pun siap didampingi.

“Tidak ada alasan bagi wajib pajak untuk tidak melapor. Jika lupa password, lupa email, atau berganti nomor telepon, semuanya bisa kami bantu. Silakan datang ke kantor kami atau menemui petugas saat kegiatan penyuluhan berlangsung. Jika mengalami kesulitan menggunakan sistem Coretax, kami siap memberikan pendampingan,” jelasnya.

Meski begitu, Faisal jujur belum semua OPD di Pohuwato bisa dikunjungi. Keterbatasan SDM jadi kendala. Tapi pihaknya akan terus evaluasi dan menyasar OPD yang masih punya ASN belum lapor SPT.

“Memang belum semua OPD kami kunjungi karena keterbatasan personel. Namun beberapa OPD sudah kami datangi, dan ke depan kami akan terus melakukan evaluasi serta mengunjungi OPD yang masih memiliki ASN belum melaporkan SPT Tahunan,” pungkasnya.(BMW-3)