RSBP Pohuwato Kebanjiran Rp6 Miliar/Tahun dari MCU 3.000 Pekerja Tambang

17
0

POHUWATO (barometernewsgo.com)-Kehadiran tambang besar di Kabupaten Pohuwato akhirnya mulai “menetes” ke sektor kesehatan. Rumah Sakit Bumi Panua (RSBP) diproyeksi meraup tambahan pendapatan Rp6 miliar per tahun setelah menandatangani kerja sama Medical Check Up dengan PT GSM dan PT PETS.

Penandatanganan kontrak berlangsung Kamis, (11/06) di Jakarta. Plt Direktur RSBP dr. Dian Ikagustina Tambunan duduk satu meja dengan jajaran PT GSM dan PT PETS. Sasarannya jelas yakni memastikan 3.000 pekerja tambang rutin cek kesehatan tiap 6 bulan sekali.

Komitmen ini disambut positif Direktur Utama PT GSM Boyke P. Abidin. Baginya, pekerja sehat maka tambang aman.

“Pekerja kita harus sehat. Jangan sampai ada yang meninggal saat bekerja karena kurang berobat atau sebab lainnya. Kami ingin seluruh pekerja di Pani benar-benar sehat,” ujar Boyke.

Dukungan juga datang dari Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga. Ia melihat kerja sama ini 2 keuntungan sekaligus: kualitas layanan kesehatan pekerja naik, PAD daerah ikut terdongkrak lewat RSBP.

“Kami Pemerintah Daerah menyambut baik kerja sama ini. Semoga dapat membantu meningkatkan pendapatan daerah, khususnya melalui Rumah Sakit Bumi Panua,” kata Saipul.

Bupati berharap efek domino ini menular. Perusahaan lain yang beroperasi di Pohuwato diminta ikut “turun tangan” memperkuat layanan kesehatan daerah.

Ternyata PT GSM dan PT PETS bukan baru kali ini peduli. Sebelumnya mereka sudah menyumbang ambulans ke RSBP. Unit itu kini aktif melayani masyarakat Pohuwato, bukan cuma karyawan tambang.

Hitung-hitungannya masuk akal. dr. Dian memproyeksikan, dengan 3.000 pekerja MCU 2x setahun, RSBP bisa mengantongi sekitar Rp6 miliar/tahun. Dana itu bisa dipakai untuk upgrade alat, tambah dokter spesialis, sampai subsidi pasien umum.

Kerja sama ini bisa jadi blueprint: tambang untung, rumah sakit mandiri, warga sehat. Tinggal tunggu perusahaan lain ikut antre kerja sama.(BMW-3)