Secuil Pandangan Anak Kampung untuk Tanah Kelahiran Gorut

454
0

Oleh:

Stenliy Rengkung S.STP

Kasubbag TU & RT BPSDM Kemendagri

Apa jadinya jika anak kampung melihat potret daerah atau kampung halamannya dari sudut pandang yang berbeda.

Mengawali Sekolah Dasar (SD) SDN II Moluo disalah satu dusun terpencil di salah satu kabupaten baru di Indonesia, hingga Sekolah lanjut SMP I Negeri Kwandang.

Saya mulai memahami bahwa Indonesia itu luas, saya akhirnya memutuskan berani keluar dari kampung halaman untuk mencapai tujuan dan cita-cita hingga masuk Sekolah Menegah Atas (SMA Terpadu Wira Bhakti) dan melanjutkan ke jenjang pendidikan Sarjana, disalah satu pendidikan tinggi kedinasan.

Di situlah saya diajarkan bagaimana mengelola pemerintahan yang baik dari tingkat pusat hingga daerah.

Gorontalo Utara (GORUT) tanah kelahiranku, tahun 2007 lalu dimekarkan dan sekarang sudah berdiri 13 tahun lamanya. Pertanyaannya bukan itu, Dinamika politik yang luar biasa mengantarkan satu pandangan melalui tulisan singkat.

Tentunya membangun daerah bukan hanya membangun fisiknya saja melainkan membangun SDM yang mampu untuk memajukan daerah dari berbagai aspek, baik dibidang pendidikan, kesehatan dan keamanan.

Saat ini krisis politik menyelimuti tanah kelahiranku dengan berbagai polemik yang terjadi, apakah mampu untuk bersatu dalam membagun Visi dan Misi Gorut yang maju dan modern.

Masyarakat Sekarang tentunya berharap bagaimana perkembangan Gorut dapat merubah strata sosial yang sebelumnya sangat timpang dengan daerah tetangga. Ini merupakan PR besar bagi Eksekutif dan Legislatif yang bertugas mengawal dan mengontrol jalannya pemerintahan.

Komunikasi politik adalah jalan utama yg harus dilakukan oleh kedua unsur tersebut.

Birokrasi dan Politik dua hal yang memiliki pandangan berbeda, kembalikan birokrasi yang
hilang dan perbaiki politik yang diluar kendali.

Inilah gagasan penting saya sebagai Anak Kampung dirantau dalam melihat permasalahan yang ada. Gunakan sebaik mungkin kebijakan yang
bertujuan pro rakyat dalam berbagai hal dengan mengesampingkan kepentingan kelompok, Pemerintah Pusat telah memberikan sebagian kewenangan secara otonom kepada daerah untuk mengurus daerahnya sendiri.

Sangat disayangkan daerah potensi tidak dapat dikelola dengan baik dikarenakan krisis politik yg ada. Jadikan pesan Presiden Gus Dur menjadikan pelajaran berharga.

“Saya tidak peduli, mau popularitas saya hancur, difitnah, dicaci maki atau dituduh apapun, tapi bangsa dan negara ini harus diselamatkan dari perpecahan”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here