APRI Respon Kritikan soal Normalisasi Lingkungan Areal Tambang Pohuwato

155
0

POHUWATO (barometernewsgo.com)-Serangan dan kritik datang kepada APRI terkait pengelolaan tambang di Pohuwato, datang bertubi-tubi dari berbagai pihak.

Merespon hal itu, Ketua APRI Pohuwato Limonu Hippy mengatakan bahwa APRI sejauh ini sudah bekerja maksimal untuk meminimalisir kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang.

Sebaliknya, Limonu mempertanyakan peran organisasi lain untuk meminimalisir kerusakan lingkungan.

“Kemarin saat lingkungan dirusak dengan aktifitas tambang ada dimana mereka dan apa upaya-upaya yang mereka lakukan? Kenapa tidak dicegah dari awal nanti sudah tidak ada lagi pemasukan dari hasil tambang kemudian banyak cerita satu-satu, jangan begitu lah,” kata Limonu.

Kendati demikian, Limonu mengakui bahwa normalisasi lingkungan belum maksimal disebabkan oleh kerusakan yang cukup parah, namun hingga saat ini normalisasi tersebut terus dilakukan pada saat aktifitas dihentikan sementara.

“Kenapa belum maksimal karena sudah terjadi kerusakan parah dan sebenarnya para pelaku usaha tambang yang ada sudah punya niat baik untuk itu. Tetapi, uang yang dikumpul dari penambang itu hanya dinikmati oleh oknum-oknum tertentu di daerah ini yang sekarang ini merasa sok suci merasa peduli lingkungan padahal mereka sudah menikmati hasil tambang,” tutur dia.

Karena itu, ia meminta pihak-pihak lain untuk tidak memperkeruh suasana serta berkomentar miring terkait apa yang dilakukan APRI.

“Kalau ada upaya-upaya dari oknum tertentu sekarang ini untuk menutup tambang hanya persoalan lingkungan loh, kan pada waktu itu aktifitas tambang tidak menggunakan alat memang jalan, tapi setelah menggunakan alat siapa yang memberikan kesempatan kepada mereka, sudah tidak tabu lagi, banyaknya alat yang merusak di atas itu karena ada pungutan-pungutan oleh oknum-oknum tertentu di daerah ini kemudian nanti sudah rusak parah ada upaya-upaya untuk menurunkan penambang,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here