APRI Minta Pemerintah Pertimbangkan Penertiban Alat Berat di Tambang Pohuwato

180
0

POHUWATO (barometernewsgo.com)-Masyarakat penambang kini dihantui kecemasan dengan rencana penertiban alat berat yang digunakan oleh para pengusaha pertambangan di wilayah Kabupaten Pohuwato.

Rencana penertiban mengemuka karena ingin mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah di wilayah pertambangan.

Ketua DPC APRI Pohuwato Limonu Hippy meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemda Pohuwato serta aparat penegak hukum untuk tidak serta merta melakukan penertiban tanpa mempertimbangkan berapa jumlah masyarakat yang mengantungkan hidup di tambang.

“Sekarang apa harus ditertibkan, harus dihentikan aktifitas tambang? Di sisi lain dalam kondisi resesi ekonomi seperti ini kemudian aktifitas tambang yang satu-satunya bisa mendongkrat perputaran ekonomi di Pohuwato bahkan di Gorontalo secara Umum, apa harus dihentikan,” kata Limonu, Minggu (29/11).

Limonu pun meminta pemerintah untuk mempertimbangkan nasib para penambang dengan merevisi rencana penertiban alat-alat berat.

Sebab, ia yakin dampak dari penertiban tersebut akan meluas dan sangat mempengaruhi kehidupan para penambang di Pohuwato.

“Tentu dalam hal mengambil keputusan dan kebijakan tentu banyak hal yang harus dipertimbangkan, tidak di lihat di sisi Lingkungannya, tapi juga harus dilihat dari sisi lainnya seperti ekonomi, Kamtibmas, stabilitas daerah,” tuturnya.

Selain itu, jika hendak ditertibkan maka pemerintah juga harus menyiapkan lapangan kerja lain sebagai akibat hilangnya mata pencaharian warga yang bergantung hidup pada tambang.

Limonu menjelaskan, penggunaan alat berat di areal pertambangan adalah untuk memudahkan kerja para penambang.

Sebab, kandungan Emas seperti di Botudulanga Desa Hulawa dan tambang di Desa Karya Naru kecamatan Dengilo sudah berada dikedalaman yang tidak mudah dilakukan dengan alat manual.(BMW-03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here