Prof.Dr. H.A Nusi SE MM Perjalanan jejak dan seputar Gagasan SMART City

1449
0

Oleh : Nurhadi Taha
Direktur Ekseskutif NT Institute.

Hari ini Sabtu 8 Agustus 2020, Provinsi Gorontalo berkabung dengan telah berpulangnya Tokoh Hasan Abas Nusi Mantan Walikota Gorontalo kita semua merasa berduka kehilangan Tokoh yang telah banyak berjasa pada perjalanan Gorontalo, saya masih teringat ketika itu Pemerintah Kota Gorontalo di bawah Kepemimpinan Marten Taha dan Budi Doku sedang menggalakkan Visi Smart City beliaulah Tokoh Gorontalo yang mensuport pemerintahan Marten Taha yang saat itu banyak yang membully terkait Visi Smart City yang di canangkan Marten Taha , Hasan Abas Nusi menulis gagasanya itu dalam tulisan tangannya yang di cantumkan dalam Buku “ Buah Pena Sang Guru Smart City Memaknai Visi Pemkot dan Membangun Optimisme” yang di tulis oleh Rusman Tahun 2014, dalam pendapatnya Kota Gorontalo hendak di bangun dengan Pijakan Nilai – Nilai Religius dan kearifan lokal serta menciptakan Smart Leader dalam melaksanakan tugas Tugas Pemerintahan ia Juga Berpesan agar masyarakat Kota Gorontalo di harapkan dapat berperan serta dalam proses pembangunan yang di laksanakan pemerintah, bagaimanapun hebatnya Pemerintah namun Tanpa Dukungan dari masyarakat , maka apa yang di laksanakan oleh Pemerintah tidak akan berhasil. Yang harus di ingat bahwa Kota Gorontalo adalah milik kita bersama, baik itu tidaknya Kota Gorontalo terletak sejauh mana kita merasa bertangung Jawab terhadap masa depan Kota Gorontalo itulh pesannya dalam secarik kertas yang di tulisnya pada tahun 2014 saat itu. Hasan Abas Nusi sosok yang selalu memberikan pencerahan pada siapapun dia Juga tokoh yang banyak mensuport para pemimpin – pemimpin Gorontalo. Jejak perjalanan pada Tahun 2020 akan saya tuliskan dalam sebuah Buku The Figure In the Development Of Gorontalo karena sosok yang teladan dan ketokohannya yang Kharismatik sekilas Gambaran sosok Abas Nusi yang saya tahu saya mencoba mengulang kembali untuk kita ingat.

Abas Nusi Lahir 4 Agustus 1937 di Desa Pelabuhan kecamatan Moutong, Sulawesi Tengah, pangilan akrabnya Acan, ia semenjak kecil telah tinggal dan besar di Gorontalo, ia memulai masa kecil di Gorontalo saat orang tuanya pindah ke Gorontalo, masuk Sekolah Rakyat di kelas III ,Hasan Abas Nusi tumbuh menjadi sosok anak yang perkerja keras, dia berusaha hidup bekerja secara teratur dan jujur pada Tahun 1952 masa SMP dan SMA Hasan Abas Nusi di habiskan di Padebuolo, setelah lulus SMA karena ingin mengapai Cita – citanya Hasan Abas Nusi berangkat ke Ujung Pandang (saat ini Makasar) , ia melanjutkan Studinya di Universitas Hasanudin, ia lulus di Fakultas Ekonomi saat mahasiswa Hasan Abas Nusi termasuk salah satu mahasiswa cerdas, mata kuliahnya semuanya dengan nilai baik sehingga kecerdasan dan bakatnya itu di amati oleh seorang pengajar asing Profesor Wolhof yang saat itu menjabat Dekan Fakultas Ekonomi, ia tawari sebagai asisten dosen , dengan di tempatkan di lembaga penelitian ekonomi dan masyarakat (LPEM). Dan kariernya sebagai asisten dosen ini membawanya hingga ia diangkat sebagai PNS pada Tahun 1961.

Pengalamannya “mengajar sambil belajar” membawa sebuah keberkahan bagi Hasan Abas Nusi, ia banyak mendapatkan teman dan dia di kenal oleh banyak orang, termasuk dia sangat di sukai oleh beberapa anak pejabat dan orang yang berdudukan sosial baik saat itu, berkat prestasi dan ketekunannya Hasan Abas Nusi semakin mendapatkan kepercayaan bersama Bahrudin Agie, di beri kepercayaan oleh Bupati Sidenreng Rapang untuk membantu pengembangan Daerah, Hasan Abas Nusi di serahi tugas untuk mendirikan sekaligus Memimpin Universitas Nene Mallomo, pada saat pertama di buka , Fakultas yang pertama diselenggarakan adalah Fakultas Tata Niaga, Tugas tersebut dengan sendirinya telah memberikan peluang bagi Hasan Abas Nusi , mengetahui banyak hal tentang Manajemen pengelolaan pendidikan, sehingga sosok Abas Nusi juga di minta memimpin lembaga – lembaga pendidikan menegah lainnya Sekolah menegah Ekonomi Pertama (SMEP) dan Sekolah Menegah Ekonomi Atas (SMEA). setelah berhasil menangani berbagai lembaga-lembaga pendidikan, pengalamannya itu telah menjadi tolak ukur bahwa Hasan Abas Nusi Sosok yang mempunyai talenta, ulet bekerja sehingga kepercayaan lebih besarpun datang ia di minta menjadi kepala Keuagaan Daerah dan Direktur Perusahaan Daerah.

Walau banyak tugas dan kesibukannya Hasan Abas Nusi tak melupakan jenjang pendidikannya . Prinsipnya bekerja harus optimal dan belajarpun harus Optimal, sehingga pada Tahun 1964 ia menyelesaikan kuliahnya skripsinya yang berjudul “ pengaruh ekonomi terhadap politik di sulsera “ rampung dan di terima oleh dewan penguji dan iapaun mendapatkan gelar Sarjana selama 6 Tahun.

Setelah menyelesaikan sarjananya Hasan Abas Nusi karier Pnsnya semakin sukses, di awal diangkat menjadi PNS pada 1 Januari tahun 1961 statusnya hanya pegawai bulanan, Namun tak cukup rentang waktu yang lama Hasan Abas Nusi langsung menduduki sebagai pejabat bagian keuangaan BKDH tingkat II Sidrap. Keberhasilan Hasan Abas Nusi di sulawesi selatan telah membawa hikmah dan jalan kariernya terbuka , baru setahun bekerja Hasan Abas Nusi mendapatkan angin segar di di mutasi ke daerah asal (sulawesi Utara) pada 29 Maret 1966 di angkat menduduki jabatan Wakil Kepala BIRO Distribusi tingkat 1 Sulawesi Utara, tak selang waktu lama ia mendapatkan promosi dari jabatan “ Wakil” naik ke posisi” kepala” tepatnya ia menduduki kepala Biro Distribusi dan setahun kemudian tanggal 12 April Tahun 1967 dia menjadi Direktur Panca Setia Sulawesi Utara. Secara reguler karier Hasan Abas Nusi dari waktu ke waktu semakin menanjak setahun menjadi Direktur Panca setia lantas ia menduduki jabatan Wakil ketua kepala biro pembagunan tingkat 1 Sulawesi Utara.

Hasan Abas Nusi tak ingin memendam bakat dan ilmunya di Dunia Birokrasi ia kembali berprofesi sebagai dosen, sejak tahun 1967 ia kembali menjadi tenaga pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Samratulangi Manado, Mata kuliah yang di ampuhnya antara lain Ekonomi Industri, Ekonomi Moneter dan Bank, serta Ekonomi Umum. Selain di Unsrat Hasan Abas Nusi mengabdikan dirinya dengan cara mengajar di APDN, serta STAIN Allauddin Manado.

Kiprahnya di dunia akademik telah menjadikan Hasan Abas Nusi menjadi sosok yang populis dan Juga Kecerdasannya telah membuat Hasan Abas Nusi menjadi Tokoh yang berpengaruh di Sulawesi Utara sehingga pada Tahun 1971 Hasan Abas Nusi di percaya menjadi Anggota DPRD tingkat 1 Sulawesi Utara, sosoknya yang merakyat dan cerdas sehingga hasan Abas Nusi belum genap setahun menjadi Anggota DPRD dia di percaya menjadi Wakil Sementara Daerah Tingkat II Gorontalo tepatnya 3 Februari 1972.

Tak lama bertugas sebagai Wakil sementara Daerah Tingkat II Gorontalo Hasan Abas Nusi pada Tanggal 15 september 1972 kembali di serahi tugas sebagai Asisten 3 bidang Umum, Sekretaris Wilayah Daerah Tingkat 1 Sulawesi Utara . Karena kepiawaian dan kecerdasan Hasan Abas Nusi sebagai seorang pamong Gubernur Sulut saat itu H.V.Worang memilih Hasan Abas Nusi dalam program Studi Pendalaman Di Inggirs, pada Tahun 1975, di Inggris dia mengambil Jurusan “ Social Policy Administrasion”, setelah selesai Studi Di inggris Hasan abas Nusi Mendapatkan Tugas yang sangat penting menjadi inspektur Wilayah Daerah Tingkat 1 Sulawesi Utara. Pada 7 Desember 1976.

Hasan abas Nusi di Tahun 1978 ia di percaya menjadi marsaoleh “ Walikota Gorontalo, di awal kepemimpinannya ia memperbaiki sarana ibadah yang saat itu satu satunya sarana Ibadah Umat islam Di Gorontalo mesjid baiturahim Kota Gorontalo dan perbaikan Mesjid ini mendapat pertentangan dua aliran Nahdatul Ulama dan Muhamadiyah dan Hasan Abas Nusi mengumpulkan semua tokoh agama baik itu para tokoh agama Nahdatul Ulama dan Tokoh Agama Muhamadiyah d ia tak mau ada konflik pembagunan mesjid dan ia memposisikan dirinya bukan sebagai Walikota NU dan Juga Sebagai Walikota Muhamadiyah tetapi walikota semua rakyat dan Hasan Abas Nusi memutuskannya secara Adil dia meneruskan Pembangunan mesjid Baiturahim dan juga membangun mesjid Baru Darul Arqam.
Hasan Abas Nusi juga mengalakkan Operasi Subuh ia sentiasa berkelilng subuh dan menyapa para pedagang pada bada subuh, hasan abas nusi juga di masa kepemimpinanya juga sering melakukan kunjungan ke sarana – sarana Publik baik itu pada fasilitas kesehatan puskes dan rumah sakit, Hasan Abas Nusi juga salah satu Walikota yang menghibakan Tanahnya untuk pembangunan depot pertamina, ia juga yang mengagas berdirinya realey stasiun TV yang saat itu di belakang rumah dinas walikota skrng sudah pindah di jalan agus salim ( Stasiun TVRI). Juga beberapa sarana publik lainnya seperti pelebaran jalan kampung, Industri kecil Rotan, pemasangan Instalasi air minum, mengembangkan sekolah STM dan SMEA, juga pembagunan gedung STAIN Gorontalo. Karena dedikasi dan karyanya semua rakyat kota Gorontalo tokoh agama dan tokoh adat dan masyarakat memberikan gelar pada Hasan Abas Nusi Sebagai Tauwa Lo Hunggia . saat menakhiri masa jabatannya seluruh rakyat kota Gorontalo menangis haru biru atas pemimpin yang mereka cintai.