Sekda Ishak Ntoma: Pembangunan Bonbol Cemerlang Melalui Five Work Five Results

Barometernews (Bonbol) Sekretraris Daerah Kabupaten Bone Bolango Ishak Ntoma mengatakan, prioritas pembangunan Daerah Bone Bolango akan diwujudkan melalui komitmen Pemerintah, dengan slogan five work five results atau 5 kerja 5 hasil. 5 kerja itu antara lain, pembangunan dan perluasan serta peningkatan kualitas pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, insfrastruktur, parawisata, lingkungan hidup,ekonomi, pertanian peternakan dan perikanan.hal itu dikatakan Ishak saat ditemui diruang kerjanya Selasa (/9 /6 /2019)

Dijelaskannya, 5 kerja itu akan menghasilkan 5 hasil. Antara lainpeningkatan kualitas sumberdaya manusia dengan mengintervensi perbaikan di bidang pendidikan, kesehatan.” Tentunya ini akan kita harapkan ada perbaikan dibidang pengembangan sumber daya manusia,”ujarnya.
Kabupaten Bone Bolango juga akan memproklamirkan sebagai kabupaten konsevasi dan ingin menjadi Kabupaten Pendidikan, karena banyaknya sekolah unggulan yang ada di kabupetan Bonbol, mulai dari SD, SMP, SMA sampai ke perguruan tinggi, dengan kehadiran Universitas Negeri Gorontalo atau UNG di Bone Bolango ini yang membuat kita mengklaim menjadi daerah Pendidikan.

Sementara itu untuk mendorong peningkatan dibidang pendidikan perlu kolaborasi dengan kabupaten sehat, artinya generasi kita ini harus sehat, maka bisa melahirkan manusia-manusia yang unggul. “Bupati Hamim Pou dan Pemerintah daerah saat ini fokus untuk meningkatkan pendidikan 9 Tahun. Mulai dari SD sampai SMP, akan tetapi disamping 9 tahun, Pemerintah Daerah juga akan mengembangkan pendidikan Paud dan TK dengan bekerjasama dengan Pemerintah Desa agar dapat melahirkan generasi yang unggul,”jelas Ishak.

Selain itu Pemerintah Daerah Bonbol juga akan memperbaiki pendidikan dari hulu sampai muaranya dengan mendorong SDMnya sampai ke perguruan tinggi dengan memberikan biaya siswa yang bekerjasama se perguruan tinggi yang ada di Gorontalo, diantaranya, UNG, UG, UMGo, Unisan dan Iain. “Ini dilakukan oleh Pemerintah Daerah Bonbol agar kedepan masyarakat kita sesuai dengan Visi-Misi Pemerintah, yaitu Bone Bolango Cerdas Moderen dan Gemilang (Cemerlang),”ungkapnya. (Husto)

Sumber Foto: Ishak Ntoma News

Mohammad Nuh Eks Mendikbud Terpilih Jadi Ketua Dewan Pers

Barometernews, Jakarta- Mantan Menteri Pendidikan Nasional era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Mohammad Nuh, terpilih menjadi Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022 menggantikan Yosep Adi Prasetyo.

Serah terima jabatan dari Yosep Adi Prasetyo kepada Mohammad Nuh dilakukan di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Sebelumnya melalui Keputusan Presiden Nomor 33/M tahun 2019, ditetapkan pemberhentian anggota Dewan Pers periode 2016-2019, sekaligus pengangkatan sembilan anggota Dewan Pers periode 2019-2022.

Sementara itu, pemilihan ketua dilakukan sembilan anggota Dewan Pers periode 2019-2022. Dalam pemilihan diputuskan Nuh yang mewakili unsur masyarakat sebagai Ketua Dewan Pers.

Delapan anggota lain Dewan pers 2019-2022 adalah dari unsur wartawan (Arif Zulkifli, Hendry Ch Bangun, dan Jamalul Insan), unsur perusahaan pers (Ahmad Djauhar, Agung Darmajaya, dan Asep Setiawan), serta unsur tokoh masyarakat (Agus Sudibyo, Hassanein Rais).

Dalam sambutannya, Nuh mengatakan Dewan Pers ingin mendorong media memperkuat fungsi edukasi publik. Pasalnya, kata Nuh, ketika masyarakat sudah tercerahkan maka sensor diri secara otomatis akan terbentuk.

“Ketika masyarakat semakin cerdas dan dewasa, mereka tahu berita yang tidak beres, dia sudah punya self sensoring,” kata Nuh seperti dilansir Antara.

Mohammad Nuh mengatakan ingin memperkuat fungsi pencerahan kepada masyarakat karena saat ini banyak informasi bohong alias hoaks yang berseliweran di tengah masyarakat.

Ia pun meminta media menjadi pencerah informasi tersebut dengan menitikberatkan pada aspek verifikasi.

“Karena saat ini berita itu macam-macam, dan pemikiran macam-macam, ada media yang bisa mencerahkan. Itu untuk memperkuat nasionalisme,” kata pria yang juga pernah menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini.

Dalam kariernya, Nuh juga diketahui pernah menjadi Menteri Pariwisata dan Rektor Institut Tekonologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.(Team IMO)