POHUWATO (barometernewsgo.com)– Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga bersama Wakil Bupati Iwan S. Adam menerima audiensi Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo Zamzam Hariro di ruang kerja bupati, Selasa 09/06/2026. Hadir mendampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Arman Mohamad dan Kepala Dinas Kominfo Statistik Fadli Sanad.
Fokus pembahasan: penguatan pembangunan kebahasaan di Kabupaten Pohuwato. Dua isu utama yang diangkat yakni pelestarian bahasa daerah dan peningkatan literasi peserta didik.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo Zamzam Hariro mengungkapkan keprihatinannya. Penggunaan bahasa daerah, baik di Pohuwato maupun se-Provinsi Gorontalo, kini makin berkurang di kalangan anak-anak. Jika terus dibiarkan, kondisi ini berpotensi mengancam kelangsungan bahasa daerah sebagai identitas budaya orang Gorontalo.
Sebagai bagian dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kantor Bahasa punya tanggung jawab memastikan bahasa daerah tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya. “Oleh karena itu, kami meminta dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato agar bersama-sama melestarikan dan menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah. Salah satu langkah yang kami dorong adalah memasukkan bahasa daerah ke dalam sistem pendidikan, terutama pada jenjang kelas 1, 2, dan 3 SD sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran. Alhamdulillah, kami diterima dengan sangat baik dan mendapat dukungan penuh dari Pak Bupati,” ujar Zamzam.
Selain bahasa daerah, isu literasi siswa juga jadi sorotan. Program yang disiapkan Kantor Bahasa meliputi pelatihan mengulas buku untuk siswa dan guru TK-SD, serta program membaca cepat untuk SMP. Menurut Zamzam, program membaca cepat sudah punya metode, instrumen, dan sistem yang dikembangkan para ahli untuk membantu siswa memahami bacaan lebih efektif.
“Kami akan menghadirkan program khusus untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Untuk TK dan SD akan difokuskan pada kemampuan mengulas buku, sedangkan untuk SMP akan diterapkan program membaca cepat agar siswa lebih mudah memahami isi bacaan. Dengan demikian, tingkat literasi di Kabupaten Pohuwato dapat terus meningkat,” jelasnya.
Zamzam menegaskan pelestarian bahasa daerah dan penguatan literasi adalah dua target utama hasil pembahasan dengan Pemkab Pohuwato. Ia mengingatkan, tanpa langkah konkret, Bahasa Gorontalo akan semakin ditinggalkan. Saat ini anak-anak sudah sangat jarang memakai bahasa daerah, baik di sekolah maupun di rumah.
“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, beberapa tahun ke depan kita bisa kehilangan Bahasa Gorontalo sebagai identitas daerah. Karena ketika bahasa hilang, maka budaya, adat, tradisi, dan karakter daerah juga akan ikut memudar,” ungkap Zamzam.
Agar tidak punah, Kantor Bahasa mendorong semua elemen turun tangan. Dunia pendidikan, tokoh agama, media massa, dan lembaga kemasyarakatan diminta mengampanyekan penggunaan bahasa daerah di ruang publik. Ia mencontohkan daerah lain yang masih konsisten menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa sehari-hari. Penggunaan bahasa daerah saat ceramah keagamaan atau kegiatan sosial justru jadi daya tarik sekaligus penguat identitas lokal.
Dua agenda tambahan juga disampaikan. Pertama, pengutamaan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik serta tata naskah dinas. Kedua, program internasionalisasi Bahasa Indonesia. Untuk TKA di Pohuwato, Kantor Bahasa berencana memberi pendampingan agar mereka menguasai Bahasa Indonesia dasar sehari-hari.
“Kami akan mendatangi perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing untuk memberikan pembelajaran Bahasa Indonesia dasar, seperti penggunaan ungkapan tolong, maaf, terima kasih, dan permisi. Hal-hal sederhana seperti ini penting untuk menghindari kesalahpahaman budaya dan membangun hubungan sosial yang baik dengan masyarakat,” tambahnya.
Bupati Saipul A. Mbuinga menyambut baik semua program tersebut. Ia menegaskan Pemda berkomitmen menindaklanjuti. “Ini akan menjadi perhatian serius dan segera ditindaklanjuti tahun ini juga. Tidak bisa ditunda karena memang sudah terlihat bahwa anak-anak semakin jarang menggunakan bahasa daerah. Dalam waktu dekat kami akan mengundang para guru di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Pohuwato untuk mendapatkan pembekalan dari Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo terkait pelestarian dan penggunaan bahasa daerah dalam proses pembelajaran,” jelas Saipul.
Bupati juga menekankan pelibatan banyak pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia MUI. “Bahasa daerah harus kita hidupkan kembali. Tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam kegiatan keagamaan, khutbah Jumat, ceramah, dan berbagai aktivitas kemasyarakatan lainnya. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo,” ujar Bupati.
Untuk program pengutamaan bahasa negara dan internasionalisasi Bahasa Indonesia, Pemkab Pohuwato memberi dukungan penuh dan menyerahkan pelaksanaannya kepada Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo sesuai kewenangannya.
Kesimpulannya, Pemerintah Kabupaten Pohuwato menyatakan siap bersinergi dengan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo. Targetnya jelas: memperkuat pelestarian bahasa daerah, meningkatkan budaya literasi, serta menjaga eksistensi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa internasional.(BMW-3)








