POHUWATO (barometernewsgo.com)— Pembangunan Kantor Bupati Pohuwato akhirnya dimulai. Peletakan batu pertama dilakukan Wakil Bupati Iwan S. Adam bersama lembaga adat Pohuwato, Selasa (9/06). Prosesi adat Gorontalo Lo Duoto dan Lomayango mengawal dimulainya proyek yang ditarget rampung 217 hari kalender.
Sejak pukul 06.00 WITA, suasana sakral sudah terasa. Ritual Lo Duoto digelar lebih dulu. Ini tahapan adat Gorontalo yang wajib dilakukan sebelum pekerjaan fisik dimulai. Tujuannya satu: memohon doa dan restu agar pembangunan berjalan lancar, tanpa hambatan.
Tepat pukul 09.00 WITA, prosesi puncak Lomayango dimulai. Iwan S. Adam menaruh batu pertama bersama Kadhi Pohuwato Ust. Syaiful Sabu, Hakimu Ust. Wisno Pakaya, Bate Lo Asmad N. Tuna, dan Wuu Raman Pakilie. Kehadiran mereka jadi simbol bahwa pembangunan ini bukan cuma urusan fisik, tapi juga menyangkut marwah adat Pohuwato.
Deretan pejabat Pemda ikut menyaksikan. Mulai Asisten Pemerintahan & Kesra Setda Zulkifli Umar, Kabag Kesra Nakir Ismail, Kabag Umum Ramayani Nento, Camat Marisa Usman Bay, jajaran Dinas PUPR, sampai kontraktor pelaksana PT Cipta Adhi Guna.
Dalam arahannya, Wabup Iwan menyampaikan terima kasih ke semua pihak. Khusus ke lembaga adat yang sudah menjalankan prosesi adat sebagai bentuk doa bersama.
“Terima kasih ke seluruh lembaga adat atas prosesi adatnya. Ini doa dan harapan kita bersama supaya pembangunan lancar. Terima kasih juga ke kontraktor dan konsultan yang sudah siap kerja,” ujar Iwan di lokasi.
Soal target, Wabup pasang ekspektasi tinggi: 217 hari kalender. Tapi baginya kecepatan tanpa kualitas nol besar.
“Kami minta kerjaan ini selesai tepat waktu dan kualitasnya bagus. Hasil yang baik akan menentukan mutu bangunan yang nantinya jadi pusat pelayanan Pemda,” tegasnya.
Iwan juga meluruskan soal ketidakhadiran Bupati Saipul A. Mbuinga. Sehari sebelum acara, Bupati sudah turun langsung cek lokasi bareng Wabup. Sayangnya hari H bentrok agenda penting, jadi Wabup diberi mandat mewakili.
Pesan Wabup ke kontraktor jelas, patuhi desain dan spek teknis. Jangan coba-coba kompromi kualitas.
“Bangunan ini simbol Kabupaten Pohuwato. Makanya kerjakan sesuai rencana, sesuai denah, dan penuhi standar. Hasilnya harus bikin warga bangga,” ungkapnya.
Selama ini roda pemerintahan masih numpang di kantor bersama. Dengan adanya kantor definitif yang representatif, Iwan yakin pelayanan publik bakal lebih efektif dan cepat.
“Semoga akhir tahun nanti kantor ini sudah bisa dipakai dan pelayanan ke masyarakat makin meningkat. Insyaallah kita doakan semua proses pembangunan lancar tanpa kendala berarti,” pungkasnya.
Kini bola ada di tangan kontraktor. 217 hari ke depan jadi penentu apakah Pohuwato akhirnya punya “rumah” pemerintahan yang layak dibanggakan.(BMW-3)








