Gerbang Pohuwato SIAAP Hadir di Wanggarasi, Camat Laporkan Kondisi Wilayah di Depan Wabup Iwan

74
0

POHUWATO (barometernewsgo.com)-Program Gerakan Pembangunan Pohuwato Sehat, Hijau, Handal, Agamis, dan Produktif atau yang dikenal sebagai Gerbang Pohuwato SIAAP/GPS kembali menyapa masyarakat. Kali ini giliran Kecamatan Wanggarasi yang menjadi tuan rumah kegiatan pada Rabu, 20/05).

Di setiap pelaksanaan Gerbang Pohuwato SIAAP tingkat kecamatan, para camat mendapat kesempatan menyampaikan laporan langsung. Mereka memaparkan kondisi wilayah sekaligus berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang dihadapi warganya di hadapan pimpinan daerah.

Camat Wanggarasi, Elan I. Mohi, memaparkan kondisi wilayahnya di hadapan Wakil Bupati Pohuwato, unsur Forkopimda, dan sejumlah pimpinan OPD.

Ia melaporkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Wanggarasi hingga saat ini tetap terjaga kondusif. Menurutnya, warga hidup dalam suasana aman dan tenteram meski memiliki latar belakang suku dan budaya yang berbeda. Kondisi ini terutama terlihat di empat desa yang berada di wilayah utara atau kawasan pegunungan, yang merupakan daerah transmigrasi.

“Alhamdulillah, kondisi masyarakat di Wanggarasi sampai saat ini tetap aman dan kondusif. Masyarakat hidup rukun meski terdiri dari berbagai suku, terutama di empat desa wilayah pegunungan yang merupakan kawasan transmigrasi,” ujar Elan.

Seluruh rangkaian kegiatan Gerbang Pohuwato SIAAP dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Wanggarasi. Warga bisa langsung mengakses berbagai layanan tanpa harus jauh-jauh ke ibu kota kabupaten.

Kegiatan yang digelar meliputi penanaman pohon, penyerahan bantuan sosial, pelayanan kesehatan, administrasi kependudukan, hingga layanan langsung dari organisasi perangkat daerah atau OPD.

“Untuk kegiatan penanaman pohon, sebanyak 100 pohon buah ditanam di lahan milik Pemerintah Kabupaten Pohuwato yang berada di belakang kantor kecamatan,” terangnya.

Selain itu, program khitanan massal juga menjadi salah satu agenda yang disambut antusias. Tercatat sebanyak 13 anak dari tujuh desa di Kecamatan Wanggarasi mengikuti program tersebut.

Dari tujuh desa yang ada di Kecamatan Wanggarasi, empat desa berada di wilayah pegunungan dan tiga desa lainnya berada di kawasan pesisir.

Camat Elan menyebut tantangan terbesar justru datang dari empat desa pegunungan. Akses transportasi menuju ibu kota kecamatan masih menjadi kendala utama. Kondisi ini membuat mobilitas warga terhambat, baik saat ingin mengikuti pelayanan pemerintah maupun untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Untuk masyarakat di wilayah pegunungan, akses jalan menuju pusat kecamatan masih menjadi kendala. Begitu juga biaya transportasi dan harga sembako yang terasa lebih mahal karena medan yang cukup sulit, terutama bagi warga yang tidak memiliki kendaraan sendiri,” ungkapnya.

Meski akses menjadi tantangan, Camat Elan berharap masyarakat dari empat desa pegunungan tetap bisa hadir dan memanfaatkan seluruh layanan yang disediakan pemerintah melalui kegiatan Gerbang Pohuwato SIAAP.

“Semoga masyarakat dari desa-desa pegunungan bisa hadir dan memanfaatkan seluruh layanan yang telah disiapkan pemerintah daerah,” pungkas Camat Elan Mohi.(BMW-3)