POHUWATO (barometernewsgo.com)-Bupati Saipul A. Mbuinga menerima langsung perwakilan penambang lokal yang datang bersama Dewan Pembina Lembaga Aksi Bela Rakyat (Labrak) Pohuwato, Soni Samoe. Di ruangan Bupati Pohuwato Senin (18/5)
Turut mendampingi dalam pertemuan itu Plh Sekretaris Daerah Achmad Djuuna, Plt Kepala Kesbangpol Yuslan Samadi, dan Kabag Pemerintahan Anugerah Wenas. Dialog berlangsung terbuka, para penambang leluasa menyampaikan keluh kesah mereka terkait aktivitas tambang di kawasan Dam, Jahiya, dan Wadi.
Keluhan pertama datang soal hak yang belum terbayar. Para penambang menyebut sejumlah talang milik mereka sampai sekarang belum dilunasi pihak perusahaan. Tak berhenti di situ, mereka juga menyoroti rencana penutupan akses jalan yang selama ini menjadi jalur utama menuju lokasi tambang.
Jalur tersebut vital karena jadi satu-satunya lintasan roda dua menuju area tambang di atas pertigaan Borose. Jika ditutup, baik penambang maupun tukang ojek dipastikan kesulitan melintas mengingat belum ada jalur alternatif yang bisa digunakan.
Kekhawatiran makin bertambah dengan adanya wacana pembangunan bendung di kawasan itu. Warga khawatir proyek tersebut akan semakin mempersempit, bahkan menutup total akses yang selama ini dipakai masyarakat sehari-hari.
Mendengar itu, Bupati Saipul menegaskan semua aspirasi akan ditindaklanjuti dalam rapat khusus yang dijadwalkan Jumat, 22 Mei 2026. “Keluhan soal akses jalan dan talang yang belum terbayar akan kita bahas bersama di pertemuan nanti,” ujarnya tegas.
Langkah cepat juga sudah diambil. Bupati mengaku telah meminta pihak perusahaan untuk menahan rencana penutupan jalan sementara waktu. Ia meminta agar akses tetap dibuka sampai seluruh pihak duduk bersama dalam rapat mendatang.
“Kami sudah minta akses itu jangan dulu ditutup sampai 22 Mei nanti. Alasannya jelas, tidak ada jalur lain bagi penambang dan tukang ojek untuk menuju tiga titik tambang di atas pertigaan Borose,” jelas Saipul.
Ia menambahkan, jika penutupan jalan memang harus dilakukan, syaratnya satu: jalur pengganti harus sudah disiapkan terlebih dahulu. “Penutupan baru boleh terjadi kalau akses lain sudah layak dipakai. Saat ini ratusan kendaraan lalu lalang di jalur itu setiap hari,” tegasnya.
Rapat lanjutan nanti akan digelar secara komprehensif dengan melibatkan banyak pihak. Undangan sudah disiapkan untuk Pemkab Pohuwato, DPRD Pohuwato, Pemprov Gorontalo, Polres Pohuwato, Kejaksaan Negeri Pohuwato, Balai Wilayah Sungai Sulawesi, Dinas Lingkungan Hidup, pihak perusahaan, serta unsur terkait lainnya.
“Semua persoalan yang disampaikan hari ini akan kita bahas tuntas di pertemuan nanti. Harapannya, semua pihak hadir supaya solusi yang keluar benar-benar memberi kepastian dan manfaat untuk masyarakat,” tutup Bupati Saipul.(BMW-3)








