Era Kebangkitan Ketiga, Prof. Nelson Menyebut Gorontalo Sangat Layak Menjadi Daerah Istimewa

379
0

GORONTALO (barometernewsgo.com)- Ketua Dewan Pembina The Presnas Center Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo mengakui bahwa Gorontalo sangat layak untuk diwacanakan dan diperjuangkan menjadi Daerah Istimewa. Tinjauan dan fakta historis Gorontalo sangat jelas menjadi rujukan untuk menetapkan Gorontalo Daerah Istimewa.

Hal itu dikatakan mantan Bupati Gorontalo 2 periode itu, saat didaulat menjadi keynote speaker pada Diskusi Publik Gorontalo Daerah Istimewa yang digagas IKA PMII Cabang Kota Gorontalo di Aula Rektorat IAIN Sultan Amay Gorontalo, Jumat (23/1/2026).

Menurut Prof. Nelson, wacana tentang Gorontalo Daerah Istimewa dapat dipahami sebagai wujud kesadaran sejumlah elemen masyarakat Gorontalo tidak hanya dari fakta historis Gorontalo, tapi juga atas keberadaan ketentuan konstitusi, khususnya Pasal 18B ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Oleh karena itu, wacana tentang hal ini sangat wajar bergulir di tengah masyarakat dan di dunia kampus untuk diperbincangkan, dipercakapkan dan didiskusikan sebagai sebuah aspirasi dan kehendak elemen masyarakat Gorontalo. Untuk itu Ia bersyukur IKA PMII dan Kampus IAIN Sultan Amay Gorontalo telah mengambil bagian dalam proses awal diskusi publik Gorontalo Daerah Istimewa.

“Ini sangat bagus, karena wacana ini untuk pertama kali tercetus di dunia kampus sehingga ke depan akan melahirkan rumusan akademik yang dapat dipertanggungjawabkan” ucapnya.

Perjuangan Gorontalo Daerah Istimewa ungkap Prof. Nelson merupakan era kebangkitan ketiga masyarakat Gorontalo setelah Hari Patriotik 23 Januari 1942 dan Pembentukan Provinsi Gorontalo tahun 2000.

“Perjuangan Daerah Istimewa merupakan era kebangkitan ketiga Gorontalo dalam kerangka mempertahankan jati diri masyarakat Gorontalo”tandasnya.

Di tempat yang sama, penulis Buku Gorontalo Daerah Istimewa, Ali Mobiliu yang juga menjadi narasumber pada kegiatan ini menjelaskan, keseluruhan fakta historis yang menjadi rujukan untuk menetapkan Gorontalo Daerah Istimewa sudah dihimpun dalam buku yang ia susun.

Menurutnya, terdapat 5 fakta historis bahwa Gorontalo sangat layak untuk ditetapkan menjadi daerah istimewa. Salah satunya adalah semangat nasionalisme Gorontalo yang sangat tinggi, baik sebelum hingga sesudah Proklamasi kemerdekaan Indonesia yang tetap terpatri atau tidak pernah ternoda oleh gerakan-gerakan pengkhianatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan oleh Presiden Soekarno-Hatta.

“Daerah-daerah lain di Indonesia yang memiliki karakteristik sebagai daerah kerajaan atau kesultanan seperti Jokyakarta dan daerah yang memiliki kesejarahan sebagai daerah adat layaknya Daerah Istimewa Nangroe Aceh Darussalam sangat banyak bahkan ratusan jumlahnya di Indonesia, namun terdapat fakta historis yang membuat mereka menjadi tidak layak sebagai Daerah Istimewa. Berbeda dengan tinjauan sejarah Gorontalo yang memenuhi klausul sebagai Daerah Istimewa.
” tandasnya.

Yang jelas ungkap jurnalis yang sangat sangat concern dengan persoalan sejarah adat dan budaya Gorontalo ini, fakta historis tentang Gorontalo Daerah Istimewa, semuanya sudah diulas tuntas dalam buku yang ia susun.

Ia berharap buku tersebut, menjadi referensi penting yang patut dimiliki oleh setiap orang Gorontalo sehingga tidak memunculkan asumsi-asumsi yang justru tidak berkesesuaian dengan fakta sejarah yang sesungguhnya.

Di bagian lain, sebagai penulis buku Gorontalo Daerah Istimewa, Ali Mobiliu menuturkan rasa keprihatinannya yang mendalam terhadap keberadaan organisasi yang mengatasnamakan “Presidium Gorontalo Daerah Istimewa” yang tidak jelas kapasitas dan kapabilitas para pengurusnya serta tidak jelas legalitas formalnya yang sudah bergerak dengan asumsi-asumsi liar.

“Mewujudkan Gorontalo Daerah Istimewa harus melalui 3 tahapan, yaitu tahap sosialisasi atau edukasi, kedua konsolidasi dan ketiga aspirasi. Saat ini kita masih dalam tahap sosialisasi dan edukasi dalam rangka melahirkan rumusan-rumusan akademik yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu sebagai penulis buku saya cenderung melibatkan dunia kampus dan Alhamdulillah IAIN Sultan Amay Gorontalo sudah mengambil prakarsa bersama IKA PMII Kota Gorontalo”,ucapnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here