POHUWATO (barometernewsgo.com)-Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga didampingi Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato Mahyudin Ahmad secara resmi membuka kegiatan On-site Monitoring Program Unggulan TP2DD Kabupaten Pohuwato “SIMPANUA” dalam Program Bentor Sherlygo 2026, Jumat (02/10/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di ruang kerja Bupati Pohuwato itu turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo M. Andi Destriyan H.B.A bersama jajarannya. Hadir pula Kepala BPKPD Pohuwato Teti Alamri, Kabag Ekonomi Delly Pakaya, Kabag Pembangunan Sadirun, Kabag Umum Sadianawati, Kabag Tapem Anugerah Wenas, serta jajaran terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Saipul Mbuinga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo beserta Tim Bentor yang turun langsung melakukan monitoring terhadap program unggulan digitalisasi daerah di Kabupaten Pohuwato.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan selamat datang di Bumi Panua Kabupaten Pohuwato kepada Bapak Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, M. Andi Destriyan H.B.A., beserta seluruh Tim Bentor,” ujar Saipul.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo atas inisiatif dan komitmennya melalui Program Bentor. Menurut Bupati, kegiatan onsite visit ini merupakan wujud nyata kolaborasi dalam mengawal implementasi kebijakan percepatan dan perluasan digitalisasi di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Pohuwato memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi tata kelola keuangan daerah. Digitalisasi transaksi merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan mutu pelayanan publik,” katanya.
Pada kompetisi dan evaluasi program unggulan digitalisasi daerah SHERLYGO 2026, Kabupaten Pohuwato mengusung inovasi SIMPANUA sebagai program unggulan. SIMPANUA sendiri merupakan terobosan digital yang dirancang untuk mendukung sistem pembayaran dan pengelolaan pendapatan daerah agar lebih mudah, transparan, dan akuntabel.
Melalui inovasi tersebut, Pemkab Pohuwato terus memperluas kanal pembayaran pajak dan retribusi daerah secara non-tunai, di antaranya melalui QRIS, mobile banking, virtual account, e-commerce, hingga e-channel.
Menurut Bupati, terobosan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha sekaligus mempercepat penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Kabupaten Pohuwato.
“Kehadiran Bapak Deputi beserta Tim Bentor memberikan motivasi besar bagi kami di daerah. Kami berharap melalui kegiatan On-site monitoring dan verifikasi kertas kerja ini, Tim Bentor dapat memberikan masukan, bimbingan, serta evaluasi konstruktif agar implementasi SIMPANUA dapat berjalan semakin optimal, handal, dan berdaya saing,” tuturnya.
Bupati juga menginstruksikan kepada Sekda, BPKPD, dan seluruh anggota TP2DD Kabupaten Pohuwato untuk memberikan dukungan penuh selama proses evaluasi berlangsung, termasuk menyiapkan seluruh dokumen pendukung secara transparan dan akuntabel.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo M. Andi Destriyan H.B.A menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari Program Bentor atau Blusukan Implementasi Program Unggulan of The Year Gorontalo.
“Memang singkatannya seperti itu. Kami mencari singkatan yang kreatif berupa kearifan lokal. Intinya, kami ingin melihat implementasi program unggulan yang dilakukan oleh seluruh pemerintah daerah di Gorontalo,” jelasnya.
Ia menyebutkan, ada tujuh pemerintah daerah yang menjadi bagian dari program ini, yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, satu pemerintah kota, dan lima pemerintah kabupaten. Masing-masing daerah memiliki program unggulan tersendiri yang berkaitan dengan digitalisasi daerah. “Nah, di sini kami berkunjung untuk melihat dan berdiskusi terkait program tersebut,” ujarnya.
Andi menambahkan, program yang dimonitor ini berkaitan erat dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Menurutnya, TP2DD merupakan wadah kolaborasi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi di pemerintahan.
Ia pun menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Pohuwato terhadap pelaksanaan kegiatan monitoring tersebut.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program unggulan SIMPANUA oleh PIC TP2DD Kabupaten Pohuwato, Anisha Wisda Dewanti Kumala, http://S.STP.
Dalam presentasinya, Anissa menjelaskan bahwa SIMPANUA merupakan program unggulan TP2DD Kabupaten Pohuwato yang diarahkan sebagai transformasi digital pendapatan daerah menuju pelayanan pajak yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Ia memaparkan, SIMPANUA memiliki tiga fungsi utama.
Pertama, tata kelola yang terotomatisasi dan terstandar. Melalui SIMPANUA, pengelolaan pendapatan daerah diharapkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur, otomatis, dan terstandardisasi.
Kedua, kemudahan pembayaran. Fungsi ini menjadi salah satu fokus TP2DD, dengan menghadirkan sistem pembayaran pajak yang dapat dilakukan kapan saja dan dari mana saja. Hal tersebut diharapkan dapat menjawab tantangan geografis Kabupaten Pohuwato yang memiliki wilayah cukup luas.
Ketiga, integrasi siklus pendapatan, mulai dari pendataan, penetapan, hingga pembayaran. Dengan integrasi tersebut, proses pengelolaan pendapatan daerah diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien.
Anissa juga menyampaikan bahwa pengembangan SIMPANUA akan terus dilakukan. Salah satu rencana pengembangan berkaitan dengan pemanfaatan teknologi geospasial melalui pengembangan Geotrix, yang sebelumnya telah dibahas bersama salah satu startup binaan Universitas Indonesia (UI).
Melalui kegiatan onsite monitoring tersebut, Pemerintah Kabupaten Pohuwato berharap implementasi SIMPANUA dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta digitalisasi transaksi pemerintah daerah.(BMW-3)








