POHUWATO (barometernewsgo.com)- Pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II Gorontalo telah meninjau lokasi pembangunan Bronjong dan penambahan ketinggian Tanggul di Dusun Kapali Desa Hulawa Kecamatan Buntulia. Hal itu terungkap saat pihak BWSS II Gorontalo menemui Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga di RUmah Dinas Jabatan Bupati, Senin (05/1/2026).
Didampingi Kepala Dinas PUPR, Risdiyanto Mokodompit, Bupati Saipul A. Mbuinga menerima kunjungan Moh. Isnaen Mohidin, ST., MT., Roland Kasim, ST., dan Rachmad Adam dari BWSS II Gorontalo, Senin (05/01/2026).
Peninjauan dilakukan menyusul terjadinya banjir bandang yang melanda wilayah tersebut akibat luapan Sungai Hulawa yang tidak mampu dibendung oleh tanggul yang ada saat ini. Diketahui, kondisi tanggul yang ada sudah hampir sejajar dengan permukaan sungai saat debit air meningkat, sehingga menyebabkan air dengan cepat meluap dan menggenangi permukiman warga. Kurang lebih 20 kepala keluarga terdampak langsung akibat peristiwa banjir bandang tersebut.
Tindak lanjut peninjauan ini merupakan hasil komunikasi intensif antara Bupati Pohuwato dengan Kepala BWSS II Gorontalo. Dalam pertemuan tersebut terungkap, pada hari kedua pasca banjir bandang yang terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025, Bupati Saipul A. Mbuinga langsung menghubungi Kepala Balai untuk meminta penambahan ketinggian tanggul sesuai dengan harapan masyarakat terdampak.
Sebagai kepala daerah, Bupati Saipul A. Mbuinga menyampaikan apresiasi kepada pihak BWSS II Gorontalo, khususnya Kepala Balai, yang telah merespon cepat dengan menurunkan tim teknis ke lapangan. “Terima kasih atas tindak lanjutnya, karena ini menjadi harapan besar masyarakat sekitar. Banjir yang terjadi Selasa lalu berlangsung sangat cepat dan menggenangi puluhan rumah warga,” tandas Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Pohuwato, Risdiyanto Mokodompit, menjelaskan bahwa hasil tinjauan tim BWSS II Gorontalo akan menjadi perhatian serius dan selanjutnya dilaporkan ke Kementerian PUPR.
“Saat ini kami mendampingi tim Balai sudah melihat langsung kondisi di lapangan, dan ini akan ditindaklanjuti ke pemerintah pusat,”jelasnya.
Risdiyanto menambahkan, rencana penanganan yang akan dilakukan mencakup penanganan jangka pendek sambil perencanaan pengendalian banjir jangka panjang agar kejadian yang sama tidak akan terjadi lagi.
Adapun pengendalian jangka pendek akan segera dikerjakan setelah adanya kepastian volume dari hasil analisis terhadap kondisi yang ada, mengingat adanya alokasi anggaran di BWSS namun masih sangat terbatas dari pemerintah pusat.
“BWSS II Gorontalo tidak hanya akan melakukan penambahan ketinggian tanggul, tetapi juga pembangunan bronjong sebagai upaya pengendalian banjir yang lebih permanen,”tutup Risdi.(BMW-3)








