POHUWATO(barometernewsgo.com)-Suasana hangat menyelimuti ruang kerja Bupati Pohuwato saat Saipul A. Mbuinga menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Pertanahan Pohuwato yang baru dilantik, Abdul Rasyid, S.ST., M.H. Pertemuan resmi itu berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026, menjadi momen awal kolaborasi antara Pemda dan Kepala Kantor Pertanahan dalam menata urusan pertanahan di Bumi Panua.
Kehadiran Abdul Rasyid bukan sekadar ajang temu kangen. Momen ini juga jadi perkenalan resmi dirinya sebagai nakhoda baru Kepala Kantor Pertanahan Pohuwato, menggantikan Andi Baso Thabrani yang sebelumnya menjabat.
Di hadapan pimpinan baru itu, Bupati Saipul menegaskan bahwa urusan pertanahan masih jadi pekerjaan rumah besar bagi Pemda Pohuwato. Mulai dari percepatan sertifikasi tanah, penataan Tanah Objek Reforma Agraria atau TORA, hingga pengelolaan Hak Guna Usaha atau HGU, semuanya butuh penanganan serius dan koordinasi lintas sektor yang solid.
“Kami berharap kehadiran pimpinan baru Kepala Kantor Pertanahan Pohuwato dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan di tengah masyarakat. Karena persoalan tanah hampir dirasakan di semua daerah, sehingga konsultasi dan komunikasi yang intens sangat dibutuhkan,” ujar Bupati Saipul.
Orang nomor satu di Pohuwato itu juga menitipkan harapan agar sinergi antara Pemkab Pohuwato dan Kepala Kantor Pertanahan Pohuwato terus diperkuat. Tujuannya jelas, memberikan kepastian hukum atas tanah masyarakat sekaligus mendorong laju pembangunan daerah.
“Kami juga menyampaikan selamat datang kepada bapak, semoga bisa betah di Bumi Panua Kabupaten Pohuwato,” ucapnya.
Sementara itu, Abdul Rasyid yang baru sekitar dua minggu bertugas di Pohuwato mengaku kunjungan ini merupakan langkah awal membangun komunikasi dengan pemerintah daerah. Ia datang bersama Koordinator Sub Seksi Risang Septian Putranto, S.E., M.M, dan Kasi Penetapan Hak dan Pendaftaran Yudi S. Pulo, S.H., M.H.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya kepada bapak bupati dan seluruh masyarakat Pohuwato yang telah menerima kehadiran kami. Semoga berbagai persoalan yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab pertanahan dapat diselesaikan dengan baik,” ungkap Abdul Rasyid.
Ia menambahkan, koordinasi terkait penyelesaian konflik pertanahan di Pohuwato sudah mulai berjalan. Pembahasan mencakup lokasi-lokasi HGU yang akan diperpanjang maupun yang sudah berstatus eks HGU.
“Semoga keberadaan kami di Bumi Panua ini dapat memberikan kontribusi positif dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan yang ada,” pungkasnya.(BMW-3)








