POHUWATO (barometernewsgo.com)-Dalam rangka persiapan pemetaan kerentanan perempuan dan anak, Pemerintah Kab. Pohuwato melakukan kegiatan Pelatihan Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) yang berlangsung di Aula Coffee Oma, Marisa, Selasa (10/2).
Kegiatan ini dibuka Bupati Pohuwato yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Mahyudin Ahmad dan dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pohuwato, Nizma Sanad, narasumber, Oktavianita Telinga, S.Si, serta para kepala desa dari wilayah asal relawan SAPA.
Kegiatan pelatihan diikuti oleh 20 orang relawan SAPA yang merupakan utusan dari 10 desa dan kelurahan di Kabupaten Pohuwato.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali relawan dengan pengetahuan mengenai hak-hak perempuan dan anak, meningkatkan kemampuan dalam melakukan upaya promotif dan preventif terhadap kekerasan, serta membangun kemitraan strategis antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam implementasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di tingkat desa dan kelurahan.
Selain itu, pelatihan ini juga memberikan pemahaman terkait 10 indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, sebagai dasar dalam mewujudkan lingkungan desa yang aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.
Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Mahyudin Ahmad, menegaskan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok yang memiliki peran strategis dalam pembangunan, namun juga rentan terhadap kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan tidak adil.
“Perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah desa,”ujar Mahyudin.
Ia menambahkan bahwa kehadiran relawan SAPA merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.
“Relawan SAPA diharapkan mampu menjadi sahabat, pendamping, sekaligus penghubung antara masyarakat dan layanan perlindungan yang tersedia,”lanjutnya.
Mahyudin juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pohuwato untuk terus mendukung perlindungan perempuan dan anak melalui kebijakan, program, serta penguatan kelembagaan hingga ke tingkat desa.
Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, relawan, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan desa yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.
Sementara itu, Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Pohuwato Nizma Sanad, dalam laporannya mengungkapkan bahwa berdasarkan data DP3AP2KB, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pohuwato mengalami peningkatan setiap tahun.
Pada tahun 2023 tercatat 61 kasus, tahun 2024 meningkat menjadi 66 kasus, dan pada tahun 2025 kembali meningkat menjadi 76 kasus.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para relawan SAPA mampu melakukan pemetaan kerentanan perempuan dan anak di wilayah masing-masing, memberikan pendampingan awal yang responsif gender, serta membangun sinergi yang kuat antara pemerintah desa, masyarakat, dan relawan dalam mewujudkan desa yang aman, ramah, dan peduli terhadap perempuan dan anak.BMW-3)








